Sinergi Lazismu dan RSPKU Surabaya, Akses Kesehatan Gratis Tanpa Kendala BPJS

Share :

Donasi Sekarang

Zakat Penghasilan

Lazismu Surabaya

Zakat penghasilan atau zakat usaha dikenakan pada penghasilan atau pendapatan yang diperoleh dari usaha, bisnis, atau profesi.

lazismusurabaya.org — Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya bersama Lazismu Kota Surabaya mempererat sinergi penanganan kesehatan warga kurang mampu yang terkendala administrasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Kolaborasi jangka panjang ini diwujudkan lewat bakti sosial bulanan serta subsidi pembiayaan medis bagi pasien dhuafa di fasilitas kesehatan setempat.

Direktur RSPKU Muhammadiyah Surabaya, drg. Devita Eryani Putri, M.Kes., mengungkapkan lembaganya rutin menggandeng Lazismu untuk menanggung biaya pemeriksaan kesehatan massal seperti pengecekan gula darah acak, kolesterol, dan asam urat. Selain itu, jaring pengaman sosial tersebut turut menyasar warga miskin yang gagal klaim BPJS akibat kendala administratif mendesak.

“Kami sangat bersyukur bisa berkolaborasi dengan Lazismu Kota Surabaya karena mendukung program kami yang ingin memberikan pelayanan terbaik dan gratis bagi masyarakat,” ujarnya di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Jumat malam.

Sinergi sektor kesehatan dan filantropi ini mengiringi langkah ekspansi fisik rumah sakit yang telah memasuki usia lebih dari satu abad. Sepanjang tahun 2024, manajemen RSPKU Muhammadiyah Surabaya resmi mengakuisisi eks Hotel Wali Songo untuk menambah luas lahan dan ruang layanan. Lantai dasar bangunan baru tersebut kini sudah beroperasi penuh khusus untuk instalasi rawat jalan pasien.

Pihak manajemen menargetkan lonjakan kapasitas dari 50 tempat tidur menjadi 100 tempat tidur guna mendongkrak kelas operasional dari rumah sakit tipe D menuju tipe C. Pengadaan alat kesehatan mutakhir serta pemenuhan instrumen medis pendukung turut dikebut guna mengimbangi lonjakan kunjungan pasien harian.

Meski fokus mengejar modernisasi infrastruktur dan daya saing antarfasilitas kesehatan, rumah sakit tetap mempertahankan pendekatan humanis. Pelayanan berbasis empati diterapkan agar stigma angker rumah sakit di benak masyarakat perlahan terkikis.

“Kami memberikan pelayanan dengan hati agar terjalin kedekatan dengan pasien sehingga mereka tidak takut ke rumah sakit, bahkan merasa nyaman dan senang,” tutur pimpinan fasilitas kesehatan tersebut selepas mengisi sesi siniar Lazismu Surabaya.

Kemitraan strategis ini diharapkan mampu menambal celah pelayanan publik bagi warga marjinal di Kota Pahlawan. Agenda cek kesehatan gratis yang rutin digelar tiap bulan diproyeksikan terus berlanjut untuk mendeteksi dini risiko penyakit kronis di tingkat akar rumput. (Ysf)

Berita Lainnya

SURABAYA — Wujud kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak yatim, piatu, dan dhuafa terus diwujudkan oleh Kantor Layanan LAZISMU (KLL) SD Muhammadiyah 18...

lazismusurabaya.org — Lazismu Jawa Timur menggelar Kopdar Media dan Workshop Jurnalistik Filantropi di Cafe Limasan, Sidodadi, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (20/10/2026). Forum yang...

lazismusurabaya.org – Lazismu Surabaya menerjunkan empat perwakilan pengurus dan badan eksekutifnya untuk mengikuti Sertifikasi Profesi Amil Tahun 2026 Batch 2 di UPT...