Tingkatkan Kepercayaan Muzakki, Lazismu Surabaya Sertifikasi Amil Lewat BNSP

Share :

Donasi Sekarang

Zakat Penghasilan

Lazismu Surabaya

Zakat penghasilan atau zakat usaha dikenakan pada penghasilan atau pendapatan yang diperoleh dari usaha, bisnis, atau profesi.

lazismusurabaya.org – Lazismu Surabaya menerjunkan empat perwakilan pengurus dan badan eksekutifnya untuk mengikuti Sertifikasi Profesi Amil Tahun 2026 Batch 2 di UPT Peningkatan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kota Malang, Jumat hingga Sabtu (16-17/10/2026). Langkah ini diambil untuk memperkuat akuntabilitas serta efisiensi tata kelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Kota Pahlawan.

Uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Muhammadiyah tersebut berfokus pada dua pilar utama, yakni lini penghimpunan (fundraising) dan pendistribusian dana ZIS. Kedua divisi ini diposisikan sebagai urat nadi operasional lembaga filantropi Islam dalam menjaga ritme kerja yang tepat sasaran.

Sekretaris Lazismu Kota Surabaya, Achmad Rosyidi, S.H.I., menegaskan bahwa sertifikasi profesi bukan sebatas pemenuhan syarat administratif formal. Menurutnya, dinamika pengelolaan dana publik yang terus berkembang menuntut amil di lapangan untuk menguasai regulasi hukum positif serta aturan syariat secara beriringan.

“Tujuan utamanya jelas untuk memperkuat public trust. Pengelolaan ZIS tidak cukup berbekal niat baik, tetapi butuh amil yang paham betul tata cara pendistribusian, pemetaan mustahiq, dan regulasi hukum yang berlaku,” kata Achmad Rosyidi saat diwawancarai dalam perjalanan kembali ke Surabaya, Sabtu (17/10/2026) malam.

Ia menambahkan, standar kompetensi nasional dari BNSP ini akan langsung ditransformasikan ke dalam operasional kerja harian pasca-kegiatan. Selain menerapkan ilmunya secara langsung, empat perwakilan yang tersertifikasi ini diproyeksikan menjadi mentor internal bagi jajaran staf dan amil Lazismu Surabaya lainnya agar mutu pelayanan merata di seluruh tingkatan.

Sementara itu, Ketua Lazismu Kota Surabaya, Faisal Haqqi, S.E., menggarisbawahi bahwa peningkatan kapasitas SDM merupakan fondasi krusial di tengah kritisnya kesadaran masyarakat terhadap transparansi lembaga zakat.

“Muzakki saat ini semakin cermat dalam melihat akuntabilitas penyaluran dana. Adanya sertifikasi resmi dari BNSP dan LSP Muhammadiyah ini menjadi jaminan bahwa operasional Lazismu Surabaya ditangani oleh tenaga profesional yang kompeten, transparan, dan bertanggung jawab penuh kepada umat,” ujar Faisal.

Lewat standardisasi profesi ini, Lazismu Kota Surabaya optimistis mampu mengoptimalkan potensi penghimpunan zakat sekaligus menjamin ketepatan sasaran program pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi warga miskin di Surabaya. (Ysf)

Berita Lainnya

MALANG, – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Muhammadiyah dan Badan Nasional Sertifikasi...

lazismusurabaya.org — Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah Lazismu Surabaya menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi serta mendanai program kesejahteraan lansia yang dikelola...

lazismusurabaya.org – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Surabaya menggelar pentasyarufan dan orientasi Beasiswa Sang Surya periode Oktober–Desember 2026...