lazismusurabaya.org — Lazismu Jawa Timur menggelar Kopdar Media dan Workshop Jurnalistik Filantropi di Cafe Limasan, Sidodadi, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (20/10/2026). Forum yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.30 WIB ini menghimpun para amil dan pengelola media Lazismu daerah se-Jawa Timur untuk membedah strategi penghimpunan serta pendayagunaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Keagamaan Lainnya (ZISKA) berbasis pengelolaan media digital.
Ketua Lazismu Jatim, Prof. Dr. Sigit Hermawan, menegaskan bahwa media lembaga bukan sekadar instrumen promosi, melainkan sarana edukasi, pelayanan, dan pertanggungjawaban publik. Pemanfaatan media yang terstruktur dinilai mampu memperluas jangkauan dakwah sekaligus mendongkrak kepercayaan muzaki.
“Tujuan kegiatan ini adalah menghimpun kembali rekan media Lazismu di daerah. Harapannya mampu meningkatkan kompetensi para kru media, sehingga program kerja yang dijalankan tersampaikan dengan baik kepada publik,” ujar Sigit.
Ia mengingatkan seluruh amil agar memegang teguh etika publikasi filantropi Islam, seperti prinsip tabayyun, perlindungan data pribadi sesuai regulasi, dan larangan merendahkan martabat penerima manfaat. Dalam kesempatan tersebut, Sigit juga mendorong penggalangan kepedulian publik untuk merespons krisis kekeringan di Bojonegoro dan bencana kebakaran hutan di Kalimantan.

Pada sesi teknis penulisan, Redaktur Pelaksana Tagar.co, Mohammad Nurfatoni, memaparkan penerapan jurnalisme solusi. Ia menekankan pentingnya menyajikan berita program yang memuat unsur pilar pemecahan masalah, bukti capaian riil, serta kejujuran dalam mengakui keterbatasan di lapangan. Menurut dia, judul berita harus dibuat lugas dan berbasis fakta konkret tanpa narasi bombastis.
Sementara itu, pemateri digital fundraising, Bayu Firdaus, menyoroti fenomena laporan seremonial yang cenderung kaku dan minim daya gugah. Founder Ruang Karya Media ini mendorong pengelola media Lazismu memproduksi konten yang berfokus pada sisi kemanusiaan, didukung struktur narasi yang terukur.
“Ubah laporan kaku menjadi kisah solusi kemanusiaan yang menyentuh. Libatkan anak muda dalam pengelolaan, optimasi, hingga ruang diskusi karena merekalah yang menguasai medan digital saat ini,” kata Bayu.
Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali panduan penyusunan kalender konten mingguan, teknik penyuntingan video pendek, hingga perancangan indikator keberhasilan media sosial. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat penetrasi dakwah digital Muhammadiyah di seluruh wilayah Jawa Timur. (Ysf)



