Menyambung Asa di Atas Lumpur: Jejak Kemanusiaan Lazismu Surabaya untuk Penyintas Bandar Pusaka

Tim Relawan membangun tenda darurat untuk warga

Share :

Donasi Sekarang

Zakat Penghasilan

Lazismu Surabaya

Zakat penghasilan atau zakat usaha dikenakan pada penghasilan atau pendapatan yang diperoleh dari usaha, bisnis, atau profesi.

lazismusurabaya.org – Aroma lumpur sisa banjir bandang yang menerjang pada akhir November 2025 lalu masih tercium kuat di sepanjang jalan Desa Sunting dan Desa Serba, Kecamatan Bandar Pusaka. Meski air telah surut, material lumpur masih menutup akses jalan dan fasilitas publik, menyisakan trauma mendalam bagi 438 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak di wilayah ini. Di tengah kepungan sisa bencana, relawan dari Jawa Timur—termasuk personel dari Lazismu Surabaya—hadir bukan sekadar membawa bantuan, melainkan membawa solusi teknis yang didasari pertimbangan matang demi keselamatan warga.

Mitigasi Berbasis Riset: Mengapa Harus Tenda Panggung?.Pada Sabtu, 17 Januari 2026, tim relawan berjibaku memindahkan,  mendirikan tenda pengungsian di Dusun Anggrek, Desa Sunting. Ada pemandangan menarik dalam prosesnya: tim menghabiskan waktu cukup lama untuk membangun pondasi panggung dari kayu sebelum memasang terpal. Langkah ini merupakan hasil dari observasi lapangan yang menunjukkan bahwa sungai masih berpotensi meluap jika hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah hulu.

Secara teknis, penggunaan lantai panggung dalam situasi darurat bukan sekadar estetika, melainkan strategi mitigasi kesehatan yang krusial. Lantai panggung berfungsi memisahkan penyintas dari aliran air (run-off) dan kelembapan tanah yang ekstrem. Tanpa sekat panggung, lantai tenda akan mudah tergenang air dan menjadi vektor utama penyebaran penyakit berbasis air (water-borne diseases). Mengingat di Desa Sunting terdapat 51 jiwa lansia dan 38 balita yang sangat rentan terhadap hipotermia dan infeksi kulit, hunian yang kering adalah harga mati bagi keselamatan mereka.

Intervensi Medis yang Presisi, Kehadiran tim medis di lapangan juga menunjukkan pendekatan yang sangat personal dan edukatif. Hingga pertengahan Januari, pelayanan kesehatan mobile telah menjangkau 92 jiwa di Desa Serba dan Desa Sunting. Salah satu kasus yang ditangani secara intensif adalah Ny. Sariyah, pasien dengan diagnosis Cerebro Vascular Accident (CVA) disertai luka tekan atau ulkus dekubitus.

Tim medis tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi melakukan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada pihak keluarga. Edukasi ini penting agar pembersihan jaringan mati (nekrotik) dapat dilakukan secara optimal dan mandiri oleh keluarga di bawah pengawasan rutin. Intervensi presisi ini juga menyasar keluhan warga pasca-banjir lainnya, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan penyakit kulit (Dermatomikosis) yang mulai mewabah di kamp pengungsian.

Suara dari Dusun Anggrek, Bagi Sri Wahyuni, warga Dusun Anggrek yang rumahnya terdampak hebat, kehadiran Lazismu Surabaya adalah wujud nyata persaudaraan lintas pulau yang melampaui batas geografis. Sambil melihat tenda panggung yang kini siap dihuni, ia menyampaikan rasa syukurnya dengan penuh haru.

“Nama saya Sri Wahyuni, saya tinggal di Desa Sunting, Dusun Anggrek, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada relawan Lazismu dari Surabaya dan semua donatur yang telah memberikan bantuan kepada kami. Kami sangat berterima kasih untuk bantuannya, semoga Allah dapat membalas dengan kebaikan yang lebih lagi,” tuturnya.

Menatap Pemulihan Masa Depan, Meski proses pembersihan fasilitas pendidikan seperti SD Unggul Muhammadiyah sudah mencapai hampir 100%, tantangan besar masih menanti di depan mata. Fasilitas belajar di MI Swasta Sunting dan MA Swasta Al Hikmah mengalami rusak berat; atap roboh, plafon runtuh, dan seluruh peralatan belajar hanyut terbawa arus.

Saat ini, Lazismu Surabaya bersama tim MDMC Jawa Timur tengah memprioritaskan pengadaan 200 paket perlengkapan sekolah (school kit) dan meja lipat untuk mendukung operasional sekolah darurat. Komitmen ini menjadi bagian dari rencana operasi jangka panjang untuk memastikan bahwa meski di tengah keterbatasan, anak-anak Bandar Pusaka tetap memiliki akses pendidikan yang layak dan masa depan mereka tidak ikut terhanyut oleh banjir.(Ysf)

Berita Lainnya

lazismusurabaya.org – Suasana shalat Subuh di Masjid Al Ikhlas Wonorejo, Kamis (19/2/2026), terasa berbeda. Puluhan jamaah sudah memadati shaf sejak dini hari...

lazismusurabaya.org – Malam pertama Ramadhan di Masjid Baitul Muttaqien, Keputih, Sukolilo, Surabaya, terasa berbeda. Sejak usai salat Isya, jamaah berdatangan dari berbagai...

lazismusurabaya.org – Suasana pertemuan siang itu terasa hangat dan akrab. Para perwakilan Lazismu datang dari penjuru Jawa Timur, saling menyapa, berjabat tangan,...