lazismusurabaya.org — Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah – Lazismu Surabaya menguatkan komitmen pendampingan sosial dengan mengintegrasikan penyaluran bantuan ke dalam panggung dakwah persyarikatan. Wujud sinergi ini dibuktikan melalui penyerahan 30 paket sembako serta penyediaan posko cek kesehatan gratis dalam rangkaian Kajian Ahad Pagi PENCERAH di SD Muhammadiyah 15 Surabaya, Jalan Raya Mastrip No. 174, Surabaya, pada Minggu (25/10/2026).
Penyerahan bantuan sosial tersebut dipimpin langsung secara simbolis oleh Ketua Lazismu Kota Surabaya, Faisal Haqqi, S.E., didampingi jajaran pimpinan daerah. Langkah ini menyasar para penjaga rumah ibadah atau marbot masjid serta warga duafa di lingkungan sekitar, sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka menjaga kelangsungan fungsi sosial-keagamaan di masyarakat.

Faisal Haqqi menegaskan bahwa pendampingan program filantropi di setiap majelis taklim merupakan bagian dari strategi Lazismu untuk mendekatkan manfaat dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara langsung kepada penerima manfaat. Menurutnya, Lazismu tidak hanya berperan sebagai penghimpun dana, tetapi juga sebagai pilar pendukung yang memastikan dakwah Islam berkemajuan dirasakan secara nyata oleh masyarakat bawah.
“…kehadiran kami di setiap majelis ilmu bukan sekadar pendampingan simbolis, melainkan ikhtiar konkret untuk merawat dhuafa dan menguatkan para penjaga masjid agar mereka merasa diperhatikan oleh persyarikatan,” jelas Faisal saat dikonfirmasi terpisah.
Kelancaran aksi sosial ini terwujud berkat ekosistem kerja sama terpadu antar-amal usaha Muhammadiyah di Surabaya. Pemeriksaan kesehatan gratis didukung penuh oleh tim medis Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surabaya yang berlokasi di Jalan KH. Mas Mansyur, sementara pemetaan penerima bantuan diselaraskan bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan MPKS.
Di samping itu, penyebarluasan syiar dan dampak kegiatan ditopang oleh jejaring media persyarikatan seperti TVMu dan Klikmu. Sinergi lintas sektor ini membuktikan bahwa dakwah Muhammadiyah di Kota Pahlawan bergerak secara holistik: mencerahkan pemikiran jamaah melalui kajian keilmuan, sekaligus menopang fisik dan ekonomi warga melalui aksi sosial yang terukur. (Ysf)



