Spirit Haji Eri Cahyadi Ketuk Atine Pengurus Lazismu Surabaya, “Niat Apik Iku Kuncine Tulus”

Ketua dan Sekretaris Lazismu Surabaya bersama Walikota Surabaya saat kunjungan Haji di kediaman beliau

Share :

Donasi Sekarang

Zakat Penghasilan

Lazismu Surabaya

Zakat penghasilan atau zakat usaha dikenakan pada penghasilan atau pendapatan yang diperoleh dari usaha, bisnis, atau profesi.

lazismusurabaya.org — Komitmen pelayanan publik yang tulus dan bersih kini menjadi motor penggerak baru bagi tata kelola filantropi Islam di Kota Pahlawan. Energi positif yang dibawa Wali Kota Surabaya Bapak Eri Cahyadi pasca-menunaikan ibadah haji, secara nyata menular dan memicu gelombang optimisme besar di lingkungan internal Badan Pengurus Lazismu Kota Surabaya untuk bergerak lebih progresif melayani umat.
Dampak spiritual tersebut dirasakan langsung oleh jajaran pengurus setelah menyerap motivasi mendalam mengenai esensi sebuah keikhlasan dalam memimpin kota. Nilai-nilai ketulusan yang diadopsi dari tanah suci ini bertransformasi menjadi bahan bakar moral yang kuat, memacu semangat lembaga amil zakat tersebut untuk terus berbenah demi kemaslahatan warga miskin di seluruh sudut kota.

“Pas ketemu wingi, ketok nemen aura mulyane Pak Eri mari mulih kaji. Ketulusan beliau iku tembus nang ati. Cak Faisal karo konco-konco pengurus langsung mberot semangate, kroso oleh energi anyar gawe ngopeni amanah zakat iki luwih temenan,” ujar Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Surabaya, H. Faisal Haqqi, S.E. dengan logat khas Suroboyoan yang mantap.

Latar belakang cerita ini bermula dari agenda silaturahmi jajaran pengurus Lazismu ke Rumah Dinas Wali Kota Surabaya di Jalan Sedap Malam Nomor 59, Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng, pada Sabtu, 13 Juni 2026 lalu. Pertemuan yang berlangsung selama dua jam sejak pukul 10.00 WIB itu berjalan sangat cair dan komunal. Karakter asli warga Surabaya yang terbuka meruntuhkan kakunya sekat-sekat birokrasi pemerintahan.

Dr. Eri Cahyadi, S.T., M.T. menyambut hangat rombongan dengan tampilan bersahaja; mengenakan baju koko lengan panjang krem dan koplok bundar hitam. Sementara jajaran Lazismu tampak rapi dengan batik oranye khasnya. Pertemuan berlangsung layaknya jagongan antarsaudara, terlebih orang nomor satu di Pemkot Surabaya itu memang dikenal sebagai salah satu donatur aktif di Lazismu.

Dalam bincang santai tersebut, Cak Eri,sapaan akrab wali kota, banyak membagikan kekagumannya terhadap kedisiplinan manajemen haji di Arab Saudi, mulai dari tata kelola penginapan hingga kateringnya. Pengalaman berharga itu memicu ambisi besar dalam dirinya untuk mereplikasi sistem pelayanan prima tersebut ke dalam birokrasi pelayanan publik di Surabaya.

“Saking senenge, Pak Eri crito perkoro apike katering karo hotel nang kono. Beliau iku optimis nemen, ‘Surabaya kudu iso koyok ngono, Cak!’. Manajemen sing resik lan tulus iku sing kepingin diterapno nang Pemkot. Lah, pemimpin sing gak kakehan dandan, sing murni opo anane ngene iki sing digoleki arek-arek Suroboyo,” pungkas Cak Faisal sembari tersenyum.

Visi besar yang lahir dari perjalanan ibadah tersebut kini tidak hanya menjadi cetak biru bagi Pemkot, namun juga menggetarkan spirit pengabdian Lazismu Surabaya untuk bergerak lebih transparan, ikhlas, dan menyentuh akar rumput. (Ysf)

Berita Lainnya

lazismusurabaya.org — Di tengah maraknya tantangan sosial kemasyarakatan seperti fenomena LGBT yang kian menggejala di Surabaya, lembaga amil zakat tidak lagi sekadar...

lazismusurabaya.org – Dunia digital terus bergerak secepat kilat, dan disadari atau tidak, lembaga keagamaan harus mampu berlari mengejarnya. Hal ini diakui secara...

lazismusurabaya.org – Gerakan filantropi di lingkungan perkotaan dituntut untuk terus memperbarui strategi agar tidak kehilangan relevansi di mata generasi kekinian. Di tengah...