Wujudkan Sekolah Nol Sampah, Lazismu Surabaya Hadirkan Inovasi ‘Sebotik’ di SDM 26

foto bersama saat penyerahan program kerja sama SEBOTIK

Share :

Donasi Sekarang

Zakat Penghasilan

Lazismu Surabaya

Zakat penghasilan atau zakat usaha dikenakan pada penghasilan atau pendapatan yang diperoleh dari usaha, bisnis, atau profesi.

Lazismusurabaya.org  – Masalah sampah plastik masih menjadi tantangan besar di lingkungan pendidikan. Merespons hal tersebut, Lazismu Kota Surabaya menyerahkan bantuan berupa kotak donasi sampah plastik bernama “Sebotik” kepada Kantor Layanan Lazismu (KLL) SD Muhammadiyah 26 Surabaya, Jumat (19/12).

Manajer Lazismu Kota Surabaya, As’ad, S.E., menjelaskan bahwa program ini adalah wujud nyata pilar kesehatan dan lingkungan. “Kami ingin meningkatkan peran serta siswa dalam memilah sampah sejak dini. Melalui Sebotik, botol plastik tidak lagi menjadi masalah kesehatan, melainkan diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 26 Surabaya, Yunita Puspitasari, S.Si., S.Pd.Gr., menyambut hangat kolaborasi ini. Ia menyebut dukungan dari Lazismu Surabaya menjadi energi baru bagi gerakan cinta lingkungan sekolah. “Alhamdulillah, langkah ini membuat kami lebih semangat. Hasil dari pengelolaan sampah ini nantinya diharapkan dapat membantu program sosial seperti Orang Tua Asuh,” tutur Yunita.

Dukungan Penuh dari Pimpinan, Dihubungi secara terpisah, Ketua Lazismu Kota Surabaya, H. Faisal Haqqi, S.E., menegaskan bahwa program ini adalah langkah strategis membangun ekosistem ekonomi sirkular. “Kami mendukung penuh inisiatif ini. Sinergi antara KLL SDM 26 dan Lazismu Surabaya adalah model ideal yang ingin terus kita kembangkan ke pilar-pilar lainnya,” tegas Faisal.

Acara pentasyarufan ini juga dihadiri oleh jajaran Badan Pengurus Lazismu Surabaya, di antaranya Warsono (Wakil Ketua V Bidang Transformasi Digital & Monitoring Evaluasi) serta Yusuf Dwipo Wijoyo, S.E. (Anggota Bidang Transformasi Digital & Monitoring Evaluasi).

Urgensi Pengelolaan Sampah, Langkah ini sejalan dengan data riset Sustainable Waste Indonesia (SWI) yang menunjukkan bahwa tingkat daur ulang plastik di Indonesia masih di bawah 10%. Kehadiran “Sebotik” diharapkan menjadi solusi praktis edukasi lingkungan sejak dini di tingkat sekolah dasar. (Ysf)

Berita Lainnya

lazismusurabaya.org – Suasana shalat Subuh di Masjid Al Ikhlas Wonorejo, Kamis (19/2/2026), terasa berbeda. Puluhan jamaah sudah memadati shaf sejak dini hari...

lazismusurabaya.org – Malam pertama Ramadhan di Masjid Baitul Muttaqien, Keputih, Sukolilo, Surabaya, terasa berbeda. Sejak usai salat Isya, jamaah berdatangan dari berbagai...

lazismusurabaya.org – Suasana pertemuan siang itu terasa hangat dan akrab. Para perwakilan Lazismu datang dari penjuru Jawa Timur, saling menyapa, berjabat tangan,...