Geger Asap Karhutla Kalimantan, Lazismu Surabaya Ajak Pemuda Pasang ‘Benteng’ Ini di Media Sosial.

Share :

Donasi Sekarang

Zakat Penghasilan

Lazismu Surabaya

Zakat penghasilan atau zakat usaha dikenakan pada penghasilan atau pendapatan yang diperoleh dari usaha, bisnis, atau profesi.

lazismusurabaya.org – 9 September 2026 , Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Kalimantan dan Sumatra yang terus mengepulkan asap pekat hingga hari ini memantik perhatian serius lembaga kemanusiaan di Jawa Timur. Menjawab krisis ekologis yang makin meresahkan tersebut, Lazismu Surabaya mempertegas komitmennya untuk tidak sekadar mengucurkan bantuan fisik karitatif, melainkan pasang badan membentengi generasi muda dari serbuan disinformasi dan hoaks di media sosial terkait krisis lingkungan.

Komitmen tersebut mengemuka menyusul gelombang konsolidasi melalui Diskusi Terbuka bertema “Padamkan Baranya, Nyalakan Pedulinya: Langkah Kecil Kita Buat Hutan Indonesia” yang dihelat pada Sabtu malam, 5 September 2026 lalu. Berlokasi di Gedung Kemanusiaan, Peneleh, forum yang berlangsung sejak pukul 18.30 hingga 21.30 WIB itu mempertemukan kolaborasi strategis antara Komunitas Lentera Cakra, Koalisi Literasi, WALHI Jawa Timur, serta disokong penuh oleh Lazismu Surabaya.

Ketua Lazismu Surabaya, Faisal Haqiqi, S.E., menegaskan dalam keterangannya bahwa paradigma filantropi modern harus melampaui batas bantuan logistik konvensional. Lembaga amil zakat, kata dia, bertanggung jawab memfasilitasi ruang daya cipta bagi Gen Milenial, Gen Z, hingga Gen Alpha agar sanggup menelaah persoalan sosial-lingkungan secara berimbang.

“Diskusi terbuka yang digagas teman-teman Lentera Cakra dan penyediaan fasilitas dari kami merupakan bukti bahwa gerakan filantropi tidak hanya untuk kemaslahatan umat belakangan ini, tetapi juga membuka ruang-ruang diskusi bagi kreativitas kawula muda. Ini memberikan masukan positif atas isu-isu hangat di media sosial dan internet agar tidak langsung ditelan mentah-mentah, melainkan difilter, didiskusikan, dan disikapi secara positif,” tegas Faisal.

Faisal menilai, derasnya arus informasi di media sosial kerap membingungkan masyarakat dalam memetakan akar masalah bencana. Oleh sebab itu, penyediaan tempat dan konsumsi untuk ruang dialog interaktif di Peneleh menjadi langkah nyata Lazismu Surabaya dalam mendorong lahirnya pemuda yang peka dan kritis terhadap isu lingkungan nasional.

Inisiatif Lazismu Surabaya tersebut diperkuat oleh pemaparan Direktur WALHI Jawa Timur, Pradipta Indra A., yang hadir langsung sebagai pemateri utama pada diskusi 5 September lalu. Indra mengingatkan bahwa Karhutla bukan cuma persoalan lokal Kalimantan, melainkan ancaman nyata terhadap ruang hidup warga Jawa Timur di masa depan jika mitigasi tidak disiapkan dari sekarang.

“Situasi bencana hari ini sudah mengancam kehidupan masyarakat. Tidak hanya Kalimantan, sangat berpotensi berdampak ke teman-teman Jawa Timur dan Surabaya di kemudian hari. Penting menghadirkan ruang diskusi seperti ini untuk mengenali situasi ruang hidup dan menyusun upaya mitigasi preventif,” ujar Indra.

Ia mengapresiasi kepekaan pemuda Surabaya yang mau berdiskusi melintasi batas geografis. Menurutnya, hasil perbincangan tersebut harus terus disebarluaskan menjadi produk pengetahuan publik agar masyarakat dapat mengambil peran mitigasi yang tepat.

Sementara itu, Ketua Komunitas Lentera Cakra, Muhammad Akbar Maulana Kusuma, menyampaikan bahwa ruang diskusi yang difasilitasi Lazismu Surabaya berhasil merumuskan langkah konkret yang bisa diambil warga kota tanpa harus turun langsung ke lokasi kebakaran.

“Tiap orang punya peran masing-masing. Tidak semua orang harus memadamkan api langsung ke Kalimantan. Dengan mem-posting ulang berita yang sahih, me-reply story, atau menyisihkan sebagian uang, kita sudah ikut berkontribusi sebagai masyarakat Indonesia,” ungkap Akbar.

Gerakan edukasi publik yang diusung Lazismu Surabaya bersama elemen kepemudaan ini menjadi pilar penting dalam menghadapi bencana ekologis hari ini. Dengan menyaring informasi sahih dan membangun kepedulian kolektif, warga perkotaan kini memiliki pegangan kuat dalam mengawal isu lingkungan nasional secara berkelanjutan. (Ysf)

Berita Lainnya

lazismusurabaya.org – Tim Lazismu Kota Surabaya mengawal langsung proses pemuatan logistik Bantuan NTT ke dalam peti kemas pelayaran Meratus di kawasan Jalan...

lazismusurabaya.org — Langkah konsolidasi pelayanan darurat ditempuh Lazismu Kota Surabaya dengan mengintegrasikan seluruh armada ambulans berbasis masyarakat dan lembaga di bawah satu...

lazismusurabaya.org – Lazismu Kota Surabaya mematangkan skema penghimpunan donasi publik serta penyiapan logistik darurat untuk merespons gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang...