Teruslah Bersyukur, Ikhtiar dan Tawakkal, Allah Akan Merubah Kehidupan Kita | Berita Populer Lazismu

Share :

Donasi Sekarang

Zakat Penghasilan

Lazismu Surabaya

Zakat penghasilan atau zakat usaha dikenakan pada penghasilan atau pendapatan yang diperoleh dari usaha, bisnis, atau profesi.

Teruslah Bersyukur, Ikhtiar dan Tawakkal, Allah Akan Merubah Kehidupan Kita

Oleh : Sunarko, S.Ag., M.Si

 

Bersyukur kepada Allah merupakan kewajiban kita setiap mukmin mengingat banyaknya nikmat yang Allah berikan kepada kita mulai nikmat yang paling kecil hingga nikmat yang paling besar. Alangkah jahilnya orang yang tidak mensyukiri nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Kalau kita bersyukur maka manfaat kesyukuran itu akan kembali kepada diri kita sendiri adapun jika kita kufur sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala tetap Maha Kaya tidak membutuhkan sesuatu dari alam raya ini.

Firman Allah Ta’ala dalam Qur’an Surat al-Lukman ayat ke 12 :

وَلَقَدْ اٰتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلّٰهِ ۗوَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ

Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu, ”Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.”

Disamping bersyukur perlunya pula ihtiar (kerja keras) karena dengan Ihtiar yang maksimal perubahan hidup seseorang akan dirubah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 11

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar-Ra’d ayat 11).

 

Sengsara membawa nikmat

DULU TAMAT SD saja tidak pernah dibayangkan oleh penulis, karena saat masih SD  Negeri kelas I di Banyuwangi penulis sudah yatim. Dimana ibu juga sudah tua.

Penulis adalah anak nomor 5 dari 5 bersaudara. Tapi masih punya 3 saudara lagi dari anak hasil pernikahan ibu dengan suami yang dulu. Jumlah keseluruhan ada 8 (depapan) saudara.

Sedangkan ayah punya dua istri. Istri pertama dengan anak 8 (delapan). Total dua keluarga 16 orang.

Sejak kematian ayah saya, sejak kelas 1 SD Negeri di Tegaldlimo saya menjadi penggembala kambing.

Ketika kelas 3 (tiga) saya berusaha bantu ibu jual Es Lilin saya taruh dibawah meja. Begitu jam istirahat saya jual, alhamdulillah laku semua. Jualan Es Lilin saya jalani sampai kelas 6. Alhamdulillah sekolah bisa lulus.

Alhamdulillah lulus SD saya meneruskan di SMP Muhammadiyah 4 Sumberasri. Sebenarnya bisa masuk SMP Negeri, tapi karena wasiat ayah harus sekolah Muhammadiyah, alhamdulillah bisa sekolah di SMP sampai lulus.

Saat SMP masih menggembala kambing. Alhamdulillah bisa lulus SMP Muhammadiyah 4 Sumberasri. Lulus SMP walau danem baik dan bisa masuk SMA Negeri tapi karena Wasiat bapak saya masih meneruskan ke SMK Muhammadiyah 2 Tegaldlimo.

Saat sekolah di SMK sering bantu ibu bawa dagangan ke pasar sayur, buah-buahan. Setelah sampai pasar sepeda saya titipkan di parkiran pasar lalu saya lanjut sekolah naik bus. Tugas bantu ibu kepasar adalah tiap hari senin dan kamis. Alhamdulillah bisa sampai lulus SMK Muhammadiyah 2 Tegaldlimo. Saat di SMK Muhammadiyah saya pernah dapat beasiswa Supersemar karena juara Cerdas Cermat se Kabupaten Banyuwangi. Juara bersama Aqib Zarnuji dan Muhammad Jemadi. Alhamdulillah pada akhirnya bisa lulus SMK.

 

Kuliah di FIAD Unmuh Surabaya

Setelah lulus SMK Muhammadiyah 2 Tegaldlimo saya pun berminat untuk kuliah di Surabaya. Belum tahu harus kuliah dimana.

Saat itu pamit ibu saya. Ibu sayapun menangis karena tak ada biaya untuk kuliah. Saya bilang ke Ibu nanti tak ikut Panti Asuhan sambil kerja. Akhirnya keinginan untuk kuliahpun akhirnya disetujui oleh ibu.

Tahun 1993 saya diantar kakak ipar saya yang kebetulan punya adik yang memiliki Panti Asuhan Adinnu Wadunya (ADINDA) di Jl. Sidosermo No. 25 Surabaya.

Akhirnya atas ilmu ngaji yang bisa saya pahami karena sudah bisa mengaji akhirnya saya ikut membantu ngajar ngaji di PA ADINDA.

Pada pagi hari saya diikutkan kerja sebagai karyawan di Jl. Babatan Surabaya sebagai tukang mesin last. Adapun ngajar ngajinya Ba’da Ashar sampai pukul 17.00 WIB.

Satu tahun bekerja sebagai operator tukang last yang pernah bertugas di di Jl. Dinoyo di Gedung Keuangan akhirnya kenal seseorang untuk jualan roti Ramayana. Alhamdulillah kerja satu tahun di persewaan mesin last akhirnya keluar untuk kuliah.

Tahun 1994 saya kedatangan tamu dari Banyuwangi yang bernama Aqib Zarnuji dan Muhammad Jemadi untuk mengajak kuliah di Fakultas Agama Islam jurusan Ushuluddin. Keinginan itupun akhirnya terpenuhi.

Penulis, Muhammad Jemadi dan Aqib Zarnuji akhirnya meneruskan kuliah di Fakultas Ushuluddin (FIAD) UNMUH Surabaya. Sambil bekerja pagi sebagai Loper roti, penjual es dan kerja dipercetakan, Alhamdulillah kami bertiga dari keluarga miskin bisa lulus kuliah dan lewat perjuangan yang gigih kami bertigapun bisa  sama-sama menjadi ASN.

Oleh karena itu kerja keras dan terus bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menjadikan nikmat Allah terus diberikan kepada kita.

Firman Allah dalam Surat Ibrahim ayat 7

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim ayat 7).

——————————–

)* Penulis adalah Dewan Pengawas Syariah LAZISMU Kota Surabaya.

Berita Lainnya

lazismusurabaya.org – Suasana penuh kehangatan menyelimuti Masjid SMA Muhammadiyah 2 Surabaya di Jalan Pucang Anom Timur No. 91 pada Minggu terakhir di...

lazismusurabaya.org – Suasana penuh ketulusan menyelimuti Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Surabaya yang berlokasi di Jl. Wuni No.9, Ketabang, Kec. Genteng, Kota Surabaya...

lazismusurabaya.org – Di saat sebagian besar warga Kota Pahlawan masih terlelap, puluhan pemuda terlihat bahu-membahu mendorong sebuah mobil operasional yang mogok di...