lazismusurabaya.org – Jajaran pengurus dan kader Lazismu Kota Surabaya sukses menyelenggarakan agenda makro kemanusiaan dalam rangka memperingati Milad ke-24 Lazismu yang dipusatkan di kawasan cagar budaya Kampung Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya, Sabtu (4/7/2026). Mengandalkan kolaborasi strategis dengan Lazismu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, perayaan kali ini didesain sebagai momentum penguatan syiar, evaluasi capaian kinerja, serta peningkatan akuntabilitas publik lembaga amil zakat di tingkat daerah.
Momentum milad diawali tepat pukul 08.00 WIB lewat program Fun Walk for Philanthropy in Historical Area. Diikuti oleh puluhan kader, simpatisan, dan pengurus internal, jalan sehat berbasis edukasi sejarah ini mengambil titik start di Gedung Kemanusiaan Lazismu Surabaya, Jalan Achmad Jais No 34 A-1. Kelompok peserta yang berjumlah puluhan orang ini diajak berjalan kaki menyusuri lorong-lorong kampung tua yang menjadi saksi bisu dinamika pergerakan nasional pra-1916.

Rute napak tilas tersebut melewati situs pergerakan nasional, mulai dari rumah kelahiran mantan Menteri Luar Negeri Roeslan Abdul Ghani, kediaman HOS Cokroaminoto, hingga lokasi singgah dan bekas kamar kos jajaran tokoh bangsa seperti Ir. Soekarno, Semaoen, Tan Malaka, Kartosuwiryo, Muso, KH Mas Mansyur, KH Ahmad Dahlan, Douwes Dekker, serta Agus Salim. Perjalanan sejarah dipandu langsung oleh Kuncarsono Prasetyo dari Perkumpulan Begandring Soerabaia, yang memberikan ulasan komprehensif mengenai sejarah para tokoh muda nasional sebelum rombongan tiba di titik akhir.
“Ini adalah acara Semarak Milad ke-24 yang diinisiasi oleh Lazismu Jatim, namun pengerjaan taktis di lapangan ditempatkan di wilayah Surabaya, tepatnya di Kecamatan Genteng. Di titik finis ini, kami langsung bergerak menggelar posko pengobatan gratis, penyerahan paket sembako untuk dhuafa dan anak yatim, hingga penyediaan seribu porsi bakso gratis bagi warga sekitar,” jelas Ketua Lazismu Kota Surabaya, Faishal Haqqi, S.E.

Memasuki pukul 10.00 WIB, suasana di Lodji Besar, Jalan Makam Peneleh No 44, berubah padat oleh kehadiran ribuan massa yang mengikuti jalannya acara hingga selesai. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperluas edukasi gerakan kemandirian umat melalui platform digital resmi lazismujatim.org. Langkah penyaluran ini disokong penuh oleh mitra perbankan syariah dan institusi kesehatan, seperti KB Bank Syariah, Bank Muamalat, serta RSU PKU Muhammadiyah Surabaya.
Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr. Muhammad Sholihin Fanani, MPSDM, dalam tausiyah utamanya mengingatkan seluruh jajaran pengurus untuk merawat tiga ajaran inti pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Tiga ajaran tersebut meliputi kewajiban manusia untuk senantiasa berakar pada akal dan budi, memiliki sifat welas asih, serta mempunyai jiwa pengabdian yang kokoh kepada umat.
“Lazismu itu memberi untuk negeri, tidak meminta kepada negeri. Kami berharap lewat momentum milad ini, kepercayaan masyarakat terhadap Lazismu semakin meningkat. Dengan demikian, dana zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan dapat disalurkan secara lebih luas demi memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan berbangsa, terutama dalam membantu fakir miskin dan anak yatim,” tegas Sholihin.
Agenda besar ini ditutup dengan penguatan koordinasi internal yang turut dihadiri oleh Ketua Lazismu Jawa Timur H. Imam Hambali, M.SEI., Wakil Ketua Lazismu Jatim Aditio Yudono, S.E., Pimpinan Redaksi PWMU.CO Agus Wahyudi, serta Sekretaris Lazismu Kota Surabaya Ahmad Rosidi, S.Hi. (Ysf)



