Mudipat Surabaya Wadahi Rakorsus Lazismu, Sembilan Daerah Godok Strategi Umat

Rakorsus Qurban Lazismu Jawa Timur bersama 9 Lazismu Daerah Surabaya Raya

Share :

Donasi Sekarang

Zakat Penghasilan

Lazismu Surabaya

Zakat penghasilan atau zakat usaha dikenakan pada penghasilan atau pendapatan yang diperoleh dari usaha, bisnis, atau profesi.

lazismusurabaya.org  – Lazismu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) dan Turun Ke Bawah (Turba) di Millennium Building SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya, Sabtu (16/5/2026). Pertemuan ini mengonsolidasikan puluhan pengurus zakat, infak, dan sedekah dari sembilan daerah di kawasan Surabaya Raya serta Madura guna merombak strategi penghimpunan dana umat dan mematangkan program ketahanan pangan menjelang Iduladha.

Sembilan wilayah yang melebur dalam koordinasi ini meliputi Kota Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep.

Kepala Sekolah SD Mudipat Surabaya, Ustadz Edy Susanto, M.Pd., mengapresiasi mandat penunjukan tuan rumah ini sebagai sebuah penghargaan besar. Beliau membidik momentum berkumpulnya pengurus sembilan daerah ini untuk menyatukan gerak langkah Kantor Layanan (KL) Lazismu, sekaligus menaruh harapan agar KLL Lazismu di Mudipat dan Surabaya mampu berdaya dalam memangkas problem sosial di tingkat akar rumput.

Fokus utama beralih pada upaya memotong jalur distribusi kurban konvensional yang biasanya habis dalam sehari. Lazismu Jatim memacu peralihan menuju pengalengan daging kurban menjadi produk RendangMu, KornetMu, dan BaksoMu yang mampu bertahan hingga dua tahun, yang diproyeksikan sebagai cadangan logistik strategis untuk penanganan bencana alam serta suplai dakwah di wilayah terpencil.

Ketua Umum Lazismu Kota Surabaya, H. Faisal Haqqi, S.E., mengakui peralihan tradisi ini menuntut edukasi mendalam bagi jemaah dan donatur karena harus menggeser kebiasaan menyembelih dan membagikan daging segar secara instan.

Guna menepis keraguan publik terkait keabsahan fikih dan higienitas, Wakil Ketua Lazismu Jawa Timur, Dr. Agus Edi Sumanto, M.Si., menegaskan bahwa seluruh proses hulu hingga hilir dikawal ketat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Setiap hewan kurban wajib melewati pemeriksaan dokter hewan sebelum disembelih, lalu dikemas menggunakan standar food grade untuk mengunci keamanan pangan dalam jangka panjang.(Ysf)

Berita Lainnya

lazismusurabaya.org — Manajemen Lazismu Surabaya mengambil tindakan tegas dengan menangguhkan sementara pencairan dana bantuan operasional bagi sejumlah masjid dan TPQ yang kedapatan...

lazismusurabaya.org – Lazismu Surabaya resmi menggebrak pola komunikasi konvensional dengan merilis konten perdana video monolog ala podcast guna menyasar segmen anak muda...

Sinar matahari hangat menyapa Ruang Rapat Lantai 2, Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Selasa (28/4/2026), saat sebuah momentum langka tercipta. Dialog...