lazismusurabaya.org — Manajemen Lazismu Surabaya mengambil tindakan tegas dengan menangguhkan sementara pencairan dana bantuan operasional bagi sejumlah masjid dan TPQ yang kedapatan masih menggunakan rekening bank atas nama pribadi pengurus ketimbang akun resmi institusi. Sikap tanpa kompromi ini sengaja diambil oleh jajaran direksi eksekutif lembaga filantropi tersebut guna menegakkan prinsip transparansi dan mencegah potensi penyimpangan alokasi dana umat di lapangan. Aturan ketat ini mutlak wajib dipatuhi tanpa pengecualian.
Sebagai penyedia tunggal sokongan finansial dalam program sinergi BOM dan BOT tahap dua ini, Lazismu Surabaya mempercayakan proses visitasi faktual dan validasi fisik di tingkat cabang kepada jaringan personel Majelis Tabligh. Langkah penyaringan berlapis ini menjadi syarat mutlak bagi pencairan dana keagamaan agar setiap penerima manfaat memiliki legalitas hukum yang sahih di bawah persyarikatan. Manajer Lazismu Surabaya, Moch As’ad, S.Sos., menyatakan secara lugas bahwa validasi ketat ini bukan untuk mempersulit birokrasi takmir, melainkan sebagai bentuk pertanggungjawaban publik selaku pengelola lembaga amil yang tersertifikasi resmi.

Ketua Majelis Tabligh PDM Surabaya, Imam Sapari, S.H.I., M.Pd.I., membenarkan bahwa pihaknya menerjunkan langsung satu personel anggota untuk mendatangi setiap cabang kecamatan guna memvalidasi keaslian fisik institusi pemohon bantuan dari data yang masuk ke meja kerja Lazismu. Proses kurasi lapangan ini mencakup pemeriksaan keberadaan santri, aktivitas guru pengajar, hingga status kepengurusan takmir. “Kami harus memastikan kebenaran datanya, jangan sampai data yang diajukan belum tervalidasi riil; termasuk kendala rekening pribadi yang tegas dilarang dan tidak diperkenankan dalam aturan penyaluran ini,” ungkap Imam secara blak-blakan.
Landasan Riset Penguat. Merujuk pada penerapan instrumen audit kepatuhan organisasi keagamaan (sejalan dengan prinsip dasar ISAK 35), pemisahan aset personal dari rekening lembaga merupakan indikator utama dalam mengeliminasi risiko fraud keuangan pada lembaga pengelola zakat.
Bagi puluhan pengurus takmir dan TPQ yang proses pencairannya tersendat akibat kendala administrasi pada pertengahan Mei ini, Lazismu Surabaya tetap membuka ruang pendampingan pembuatan rekening lembaga sepanjang sisa tahun anggaran berjalan. Target eksekusi pencairan gelombang susulan dijadwalkan matang pada awal tahun depan. Otoritas pengelola dana filantropi ini memastikan tidak akan menoleransi celah kelalaian administrasi sekecil apa pun demi menjaga marwah akuntabilitas organisasi.(Ysf)



