Gaya Kekinian, Lazismu Surabaya Bedah Persoalan Zakat Lewat Video Monolog

episode perdana bersama cak Rosyidi

Share :

Donasi Sekarang

Zakat Penghasilan

Lazismu Surabaya

Zakat penghasilan atau zakat usaha dikenakan pada penghasilan atau pendapatan yang diperoleh dari usaha, bisnis, atau profesi.

lazismusurabaya.org – Lazismu Surabaya resmi menggebrak pola komunikasi konvensional dengan merilis konten perdana video monolog ala podcast guna menyasar segmen anak muda di lantai dua Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Surabaya, Jl. Wuni No. 9, Ketabang, Genteng. Langkah taktis ini diambil untuk meruntuhkan sekat kaku antara lembaga filantropi dan muzaki milenial yang selama ini cenderung menjauhi tayangan formal bin membosankan. Strategi segar.

Ketua Dewan Pengawas Syariah (DPS) Lazismu Surabaya, Drs. H.M. Zayin Chudlori, M.Ag., turun gunung bersama Sekretaris Lazismu Surabaya, Achmad Rosyidi, S.H.I., untuk menjawab rentetan pertanyaan netizen yang masuk ke meja redaksi terkait seluk-beluk ZISKA hingga layanan sosial. Ruangan di kawasan Genteng tersebut disulap bak studio profesional lengkap dengan sepasang softbox yang mengapit meja kayu oval sebagai titik fokus lensa kamera tim kreatif. Suasana mendadak hangat.

Format monolog komunikatif ini sengaja mengadopsi gaya reels dakwah yang tengah digandrungi agar edukasi seputar zakat dan pemberdayaan umat bisa masuk ke selera Gen Z tanpa terkesan menggurui. Tim produksi memastikan kualitas audio dan visual tetap jempolan meski dikemas dalam obrolan santai yang mengalir layaknya perbincangan di warung kopi kelas atas. Pesan tersampaikan.

Ikhtiar ini menjadi jembatan bagi warga Kota Pahlawan untuk mendapatkan jawaban langsung atas keraguan mereka mengenai tata cara berzakat maupun distribusi bantuan tanpa harus repot datang langsung ke kantor pusat di Jl. Wuni. Lazismu Surabaya ingin memosisikan diri bukan sekadar sebagai amil yang kaku, melainkan menjadi sahabat diskusi yang memberikan solusi konkret atas isu sosial-keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat urban. Inovasi digital.

Ke depan, episode rutin dengan tema yang lebih variatif akan terus diproduksi dari “markas” Ketabang guna menjaga ritme komunikasi interaktif dengan para pengikut di media sosial. Fokusnya tetap satu: mengubah pandangan bahwa urusan zakat adalah urusan orang tua semata dengan menghadirkan konten yang berbobot namun tetap ringan di telinga. Target tuntas.(Nurm/Ysf)

Berita Lainnya

Sinar matahari hangat menyapa Ruang Rapat Lantai 2, Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Selasa (28/4/2026), saat sebuah momentum langka tercipta. Dialog...

lazismusurabaya.org – Langkah nyata dalam memperluas jangkauan manfaat dilakukan oleh Lazismu Surabaya dengan meresmikan (launching) Kantor Layanan Lazismu (KLL) di MIM 27...

lazismusurabaya.org – Suasana penuh kehangatan menyelimuti Masjid SMA Muhammadiyah 2 Surabaya di Jalan Pucang Anom Timur No. 91 pada Minggu terakhir di...