lazismusurabaya.org – Suasana penuh kehangatan menyelimuti Masjid SMA Muhammadiyah 2 Surabaya di Jalan Pucang Anom Timur No. 91 pada Minggu terakhir di penghujung Bulan Ramadhan (15/3/2026). Ratusan pengurus cabang dan ranting Muhammadiyah tampak memenuhi area masjid dalam agenda Pentasyarufan 500 Kado Ramadhan yang digelar oleh Lazismu Surabaya. Acara ini bukan sekadar rutinitas berbagi, melainkan menjadi momentum penguatan kembali fungsi masjid sebagai pusat peradaban dan gerakan sosial bagi warga Kota Pahlawan.
Langkah penguatan masjid ini menjadi sangat krusial mengingat potensi masjid yang luar biasa besar dalam pengentasan kemiskinan. Berdasarkan riset dari Indonesia Magnificence of Zakat (IMZ), optimalisasi fungsi masjid dalam pengelolaan dana ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) yang profesional mampu menekan tingkat kedalaman kemiskinan di tingkat lokal hingga 20-30 persen. Dengan menjadikan masjid sebagai basis distribusi, bantuan menjadi lebih tepat sasaran karena pengurus takmir paling memahami kondisi riil jemaahnya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, Dr. H. Muhammad Ridlwan, M.Pd., menegaskan bahwa ikhtiar memakmurkan masjid adalah kunci kemakmuran persyarikatan. Ia mengajak seluruh elemen warga untuk terus mendukung program unggulan PDM yang fokus pada pemberdayaan berbasis masjid. Menurutnya, jika masjid dikelola dengan hidup dan aktif, maka secara otomatis dakwah dan pembinaan umat akan berjalan beriringan dengan kesejahteraan jemaah di sekitarnya.
Menariknya, jumlah bantuan yang disalurkan tahun ini mengalami lonjakan signifikan. Jika tahun lalu hanya mampu mendistribusikan 300 paket, kini angka tersebut naik menjadi 500 paket. Dr. H. Sulton Amin, MM, Wakil Ketua PWM Jatim, yang hadir memberikan motivasi menekankan bahwa pengelolaan masjid harus adaptif. Ia mengingatkan bahwa masjid yang sehat harus merangkul tiga generasi sekaligus: anak-anak, remaja, dan orang tua, agar denyut nadi dakwah tidak terputus.
Kegiatan yang juga didukung oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui penyaluran 500 paket buka puasa ini diakhiri dengan rasa optimisme tinggi. PDM Surabaya bahkan sudah mematok target ambisius untuk tahun depan, yakni menyalurkan hingga 1.000 paket Kado Ramadhan. Melalui jalinan kasih ini, masjid diharapkan kembali ke khitahnya: tidak hanya sebagai tempat sujud, tetapi juga menjadi payung peneduh bagi mereka yang membutuhkan dukungan ekonomi dan spiritual.(Nurm/Ysf)



