Cahaya dari Surabaya, Menghapus Trauma dan Merajut Mimpi Anak-Anak Sunting Pasca-Banjir Bandang

Pembagian paket school kit untuk anak-anak terdampak

Share :

Donasi Sekarang

Zakat Penghasilan

Lazismu Surabaya

Zakat penghasilan atau zakat usaha dikenakan pada penghasilan atau pendapatan yang diperoleh dari usaha, bisnis, atau profesi.

lazismusurabaya.org  – Rabu pagi, 21 Januari 2026, jarum jam menunjukkan pukul 10.00 WIB saat debu pekat hasil pengerasan lumpur mulai menyelimuti Desa Sunting, Aceh Tamiang. Wahyu, Kepala Dusun Anggrek, berdiri di sisa reruntuhan rumahnya sembari mengenang horor pukul 03.00 pagi saat badai melanda; ia harus mengumandangkan azan dua kali di tengah angin puting beliung demi menenangkan alam sebelum air setinggi pinggang menenggelamkan dunianya. “Benda besok bisa dicari, orang tidak,” tuturnya pelan, mengingat perjuangannya menggendong lansia menembus ombak air bah untuk mengungsi ke perbukitan.

Di tengah keletihan itu, kehadiran tim Lazismu Surabaya yang bersinergi dengan relawan Muhammadiyah Jawa Timur, menjadi penawar duka yang nyata. Hingga kegiatan berakhir sore hari, sebanyak 235 paket sembako dan hygiene kit berhasil didistribusikan secara merata kepada warga di Dusun Anggrek, Melati, dan Tanjung. Tak hanya pangan, Lazismu Surabaya juga menitipkan harapan melalui pembagian 173 paket school kit untuk anak-anak yang kehilangan perlengkapan belajar karena sekolah mereka luluh lantak diterjang arus.

Landasan bantuan ini berpijak pada observasi lapangan yang mendalam mengenai lumpuhnya akses ekonomi warga akibat tertutupnya jalan oleh material lumpur dan rusaknya kedai-kedai lokal. Secara geografis, lokasi Dusun Anggrek yang terisolasi membuat warga tidak memiliki akses terhadap bahan pokok selama berhari-hari, memaksa mereka bergantung pada cadangan beras terbatas yang sempat diselamatkan ke atas loteng sebelum akhirnya habis. Kondisi ini diperparah dengan rusaknya fasilitas air bersih (Pamsimas) dan sanitasi warga, sehingga bantuan paket kebersihan menjadi kebutuhan primer yang tidak bisa ditunda lagi demi mencegah wabah penyakit di pengungsian.

Rasa haru terpancar dari wajah para penyintas seperti Bu Linda dan Bu Siti yang harus bertahan di tengah gelapnya malam tanpa listrik selama berhari-hari. “Terima kasih Lazismu Surabaya dan para donatur dari Surabaya yang telah memberi sembako ke Aceh Tamiang buat kami yang terdampak ini,” ungkap mereka dengan suara parau. Wahyu pun menambahkan rasa syukurnya, “Terima kasih lagi kepada Lazismu Surabaya atas donasinya, saya tidak bisa membalasnya, mungkin Allah-lah yang membalas atas segala kebaikan ini”. (Ysf)

Berita Lainnya

lazismusurabaya.org – Langkah mulia untuk menghadirkan tempat ibadah yang nyaman di wilayah Surabaya Barat resmi dimulai. Pada Jumat (6/3/2026), prosesi peletakan batu...

lazismusurabaya.org – Di saat sebagian besar warga Kota Pahlawan masih terlelap dalam mimpi, semangat berbagi justru terpancar kuat di lorong-lorong Rumah Sakit...

lazismusurabaya – Komunitas Seger Waras bersama Lazismu Kota Surabaya kembali menjalankan aksi kemanusiaan dengan mendistribusikan puluhan paket sahur gratis di RSUD Haji...