lazismusurabaya.org – Di saat sebagian besar warga Kota Pahlawan masih terlelap, puluhan pemuda terlihat bahu-membahu mendorong sebuah mobil operasional yang mogok di tengah jalan pada Minggu dini hari, 08 Maret 2026. Rintangan teknis itu tak menyurutkan langkah relawan Segerwaras Lazismu Surabaya bersama PK IMM Achilles UMSURA untuk menuntaskan misi kemanusiaan: mengantarkan 200 paket sahur bagi keluarga pasien di RS Wiyung Sejahtera. Aksi ini bukan sekadar rutinitas berbagi makanan, melainkan upaya membasuh lelah para penunggu pasien yang sering kali luput dari perhatian saat harus berjaga di garis depan perawatan anggota keluarga mereka.
Langkah ini berpijak pada realitas psikologis yang berat bagi pendamping pasien di rumah sakit. Berdasarkan riset kesehatan terkait beban pendamping (caregiver burden), sekitar 40% hingga 70% keluarga pasien yang berjaga dalam jangka panjang mengalami gejala depresi dan kelelahan fisik yang signifikan. Kehadiran relawan di lorong-lorong rumah sakit bertujuan untuk memastikan bahwa mereka yang sedang berkorban waktu dan tenaga tidak merasa berjuang sendirian di tengah kecemasan. “Menjaga anggota keluarga yang sakit itu melelahkan secara fisik maupun psikis. Dengan bantuan kecil ini, kami berharap mereka merasa dikuatkan,” ujar salah satu relawan di lokasi.

Guna menjaga ketenangan lingkungan medis, rombongan relawan dibagi menjadi dua tim kecil yang menyisir koridor dengan langkah santun. Distribusi dilakukan secara efektif agar tidak mengganggu waktu istirahat pasien lainnya, namun tetap memastikan setiap keluarga yang terjaga di ruang tunggu mendapatkan asupan nutrisi yang layak. Fokus utama mereka adalah para pendamping yang harus tetap waspada di malam hari tanpa sempat memikirkan kebutuhan sahur mereka sendiri. Setiap paket nasi yang berpindah tangan menjadi jembatan empati yang menghubungkan rasa persaudaraan di tengah dinginnya suasana rumah sakit.
Tak berhenti di area bangsal, para relawan juga menyisir jalanan di sekitar rumah sakit untuk membagikan sisa paket kepada para “pejuang rupiah” yang sudah mulai mengais rezeki di pagi buta. Bagi relawan Segerwaras Lazismu Surabaya, setiap senyum dan ucapan syukur yang mengalir dari keluarga pasien maupun pekerja jalanan adalah energi tambahan yang jauh lebih besar dari rasa lelah mereka. Melalui gerakan sederhana ini, pesan yang ingin disampaikan sangat jelas: bahwa di tengah kesulitan apa pun, ketulusan untuk berbagi akan selalu menemukan jalannya.(Ashilah/Ysf)



