Membasuh Luka di Rantau: Ikhtiar Lazismu Surabaya Hidupkan Kembali Sekolah yang Terkubur Lumpur

Tim Relawan Lazismu Surabaya dan Lazismu Jatim bekerja sama membersihkan sisa lumpur banjir

Share :

Donasi Sekarang

Zakat Penghasilan

Lazismu Surabaya

Zakat penghasilan atau zakat usaha dikenakan pada penghasilan atau pendapatan yang diperoleh dari usaha, bisnis, atau profesi.

Lazismusurabaya.org – Aroma lumpur sisa banjir masih menyengat di udara saat Aris Nurhadi menyeka keringat di dahinya. Di hadapannya, gedung SD Unggul Muhammadiyah Rantau, Aceh Tamiang, tampak muram; sejak air bah menerjang pada akhir November lalu, sekolah ini bukan lagi tempat tawa anak-anak belajar, melainkan sebuah bangunan yang nyaris mati, terbenam material lumpur setinggi lutut. Namun, Jumat pagi itu (16/1) menjadi titik balik bagi kemanusiaan. Di bawah komando kluster Huntara & WASH MDMC Jawa Timur, tim gabungan yang didukung oleh Lazismu Surabaya bergerak cepat melakukan pembersihan total. Mereka tidak sekadar datang membawa bantuan fisik, tapi memulihkan harapan bagi masa depan pendidikan di tanah Serambi Mekkah.

Secara kalkulasi normal, membersihkan tumpukan lumpur pekat di seluruh area sekolah ini membutuhkan waktu setidaknya satu minggu. Namun, bagi relawan Muhammadiyah Jawa Timur dan Lazismu Surabaya, waktu adalah kemewahan yang tidak dimiliki anak-anak Rantau. Pekerjaan yang semula dianggap mustahil itu tuntas hanya dalam waktu dua hari dengan progres mencapai 99,9%. Kesigapan ini bukan tanpa alasan; berdasarkan data laporan situasi, krisis infrastruktur pendidikan di wilayah ini sangat nyata, di mana satu unit sekolah (MI Swasta) dilaporkan rusak berat dengan atap roboh, sementara unit lainnya mengalami kerusakan fasilitas belajar yang hanyut.

Langkah Lazismu Surabaya dalam memprioritaskan pemulihan sekolah didasari oleh riset krusial mengenai dampak jangka panjang bencana terhadap anak. Merujuk pada data lapangan, terdapat sekitar 96 anak usia balita dan puluhan siswa lainnya yang terdampak di Desa Serba dan Sunting. Secara riset pendidikan global, keterlambatan pemulihan sekolah dapat memicu learning loss dan trauma berkepanjangan pada anak. Inilah mengapa pengadaan 200 paket school kit dan 40 meja lipat menjadi prioritas mendesak untuk segera didistribusikan. Pemulihan fisik gedung sekolah merupakan langkah pertama agar 235 KK di Desa Sunting dan 203 KK di Desa Serba dapat merasakan kembali denyut kehidupan normal.

Kecepatan aksi ini menuai apresiasi mendalam dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Rantau, Ibnu Hudawi. “Saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada Lazismu Surabaya dan para donatur Surabaya. Berkat bantuan bapak-bapak, Insya Allah anak-anak bisa kembali bersekolah,” ujarnya dengan penuh haru. Meski tantangan di Aceh Tamiang masih besar—mulai dari akses jalan yang masih tertutup lumpur hingga munculnya keluhan penyakit ISPA dan kulit di kalangan pengungsi—jejak nyata Lazismu Surabaya di SD Unggul Rantau telah membuktikan bahwa jarak ribuan kilometer bukanlah penghalang bagi solidaritas kemanusiaan. Di balik bersihnya lantai kelas hari ini, terpancar secercah cahaya bahwa pendidikan di Rantau tidak akan dibiarkan padam.(Ysf)

Berita Lainnya

lazismusurabaya.org – Aksi kemanusiaan yang digerakkan oleh Lazismu Surabaya Bersama relawan Muhammadiyah Jawa Timur dalam merespons bencana banjir bandang di Kecamatan Bandar...

Alhamdulillah segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita selalu di berikan nikmat sehat sehingga bisa beraktivitas dengan niat ibadah kepada Allah....

lazismusurabaya.org – Rabu pagi, 21 Januari 2026, jarum jam menunjukkan pukul 10.00 WIB saat debu pekat hasil pengerasan lumpur mulai menyelimuti Desa...