lazismusurabaya.org – Suasana dini hari di RS PKU Muhammadiyah Surabaya pada Sabtu (21/02/2026) terasa berbeda. Di tengah sunyinya lorong rumah sakit, relawan dari SegerWaras Volunteer bersama Lazismu Surabaya bergerak lincah membagikan paket nasi sahur bagi keluarga pasien dan tenaga kesehatan (nakes).
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas berbagi makanan, melainkan bentuk dukungan moral nyata bagi mereka yang tengah berjuang di garis depan perawatan dan pendampingan medis. Sebanyak 100 porsi nasi sahur didistribusikan langsung kepada keluarga pasien yang berjaga serta nakes yang bertugas hingga shift subuh.
Menjawab Beban “Hidden Cost” Keluarga Pasien, Kehadiran program ini berangkat dari realita lapangan mengenai beban finansial keluarga pasien. Berdasarkan studi terkait ekonomi kesehatan, biaya non-medis atau out-of-pocket expenses—seperti konsumsi dan transportasi selama mendampingi pasien—seringkali menjadi beban tambahan yang cukup signifikan, bahkan bisa mencapai 15% hingga 20% dari total pengeluaran rumah tangga selama masa perawatan.
“Kami menyadari bahwa keluarga pasien tidak hanya tertekan secara psikologis, tapi juga secara finansial. Program ini hadir untuk sedikit meringankan beban harian mereka, agar mereka bisa tetap fokus mendampingi kesembuhan anggota keluarganya,” ujar koordinator kegiatan di lokasi.
Sinergi Lintas Organisasi, Kesuksesan aksi ini tak lepas dari kolaborasi apik. Paket sahur yang dibagikan merupakan kontribusi dari Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) se-Kota Surabaya. Sinergi antara Lazismu, SegerWaras Volunteer, dan PCA menunjukkan kuatnya jejaring sosial Muhammadiyah dalam merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat sasaran.
Selain keluarga pasien, para tenaga kesehatan juga menjadi sasaran distribusi. Hal ini didasari pada riset kesehatan kerja yang menunjukkan bahwa asupan nutrisi yang stabil sangat krusial bagi nakes yang bekerja pada jam kritis (pukul 02.00 – 04.00 pagi) guna menjaga konsentrasi dan stabilitas metabolisme tubuh saat menangani pasien.

Ajakan Kolaborasi Kebaikan, Melalui gerakan ini, Lazismu Surabaya mengajak masyarakat luas dan para muzakki untuk terus memperkuat rantai kebaikan ini. Dukungan dari para dermawan sangat diperlukan agar cakupan manfaat program ini bisa meluas ke RS lain di Surabaya.
Setiap butir nasi yang disalurkan adalah wujud semangat gotong royong yang menjadi napas perjuangan Lazismu. Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam mendukung program-program sosial berkelanjutan ini, pintu donasi selalu terbuka sebagai wasilah hadirnya senyum dan harapan bagi mereka yang sedang diuji sakit.(Segerwaras/ysf)



