Lazismusurabaya.org-Lazismu hadir untuk mensejahterakan warga Muhammadiyah, dari warga Muhammadiyah untuk warga Muhammadiyah oleh warga Muhammadiyah.
Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Lazismu Kota Surabaya Ustadz Rahmad Dzulkarnain, SHI MPdI dalam Rapat Koordinasi Majelis Tabligh PDM Kota Surabaya di Hotel New Start Trawas Mojokerto, Sabtu-Ahad (24-25/12).
Rahmad Dzulkarnain, mengatakan, amal usaha Muhammadiyah yang ada di bawah itu memang paling banyak di sebelah itu, kenapa kok bisa Sampai segitu karena mereka seluruh masjidnya termasuk Masjid Agung, baik punya provinsinya ataupun kota, itu di atas namakan lazisnu. “Di Surabaya kompetitornya luar biasa, maka kami berharap, kita yang lahir duluan, seharusnya Kakak itu kan lebih berpengalaman maka kami berharap kepada seluruh takmir Masjid Muhammadiyah yang ada mari kita bersama-sama mengumpulkan zakat, infaq, shodaqoh dari seluruh masjid-masjid Muhammadiyah dengan panjenengan mendirikan KLL (Kantor layanan lazismu) sehingga warga Muhammadiyah tidak susah payah langsung ke wuni atau PDM,” katanya.
“Kemudian, panjenengan tinggal menyerap dari warga Muhammadiyah yang ada di sekitar panjenengan, kemudian nanti dari situ laporannya diserahkan ke kami, termasuk uangnya, nanti kembali lagi ke panjenengan dalam bentuk program-program yang sudah panjenengan buat, istilahnya rab-nya nanti seluruh uang yang panjenengan setor ke lazismu itu akan kembali ke panjenengan semuanya melalui yaitu tadi yang sudah dibikin oleh takmir masjid masing-masing karena yang tahu rabb-nya adalah takmir masjid, kebutuhannya selama setahun itu apa saja,” jelasnya.
Kami, kata dia, juga ucapkan terima kasih atas partisipasi dari takmir masjid yang kemarin sudah menggalang penggalangan dana untuk saudara kita yang di Palestina. “Alhamdulillah sudah mencapai 1,5 m. Alhamdulillah kemarin di awal Desember di dihubungi untuk mengambil sertifikat penghargaan dari lazismu Jawa Timur,” kata dia.
“Alhamdulillah posisinya yang kedua, setelah Lamongan, lamongan memang backgroundnya basisnya Muhammadiyah itulah Lamongan. Alhamdulillah, lamongan sekarang sudah nyampe 2 M. Kita baru sampai satu setengah ini sudah luar biasa, terima kasih kepada bapak takmir seluruh Surabaya yang sudah melewatkan donasi palestinanya kepada kami terima kasih,” ucapnya.
Menurutnya, ada sharing profit di Lazismu. “Ada sharing profit dari Lazismu, tinggal panjenengan nanti ada sharing profitnya juga, kalau shering profitnya seluruh dana yang sudah masuk ke kami seandainya panjenengan sudah mendirikan KLL itu ada dari untuk dana operasionalnya 5% dari Dana yang sudah dilewatkan ke kami itu kalau sudah terbentuk KLL, jadi semua dana itu kita salurkan semua 100% ke lazismu Jawa Timur,” ujarnya.
“Kemudian nanti daru 20%, yang 5% nya untuk KLL Kemudian untuk lazismu daerahnya 10% untuk operasionalnya daerah juga ada sendiri, Jadi 20% ini untuk Jawa Timur, Jadi 20 itu langsung turun ke Lazismu Jawa Timur Kemudian dari 20 % itu 15%-nya adalah Surabaya kemudian nanti dibagi lagi ke kll yang ada jadi seperti itu untuk alurnya,” terangnya.
Masih kata dia, ada syarat dalam mendirikan KLL. “Yang menjadi syarat takmir ini tinggal mengajukan ke Surabaya yang pertama, data donaturnya, calon data donatur. Yang kedua, yaitu siapa kepala kllnya satu saja, karena nanti yang kita SK hanya satu saja, untuk yang lainnya yang mengSK adalah kepala kantornya, kepala KLL ini dilengkapi dengan rekomendasi dari pimpinan cabang Muhammadiyah. Kemudian yang ketiga, setelah ada rekomendasi nanti silahkan diajukan ke Lazismu Surabaya,” jelas dia.
“Kami berharap dari seluruh takmir yang ada, mari kita bersama-sama karena lazis ini adalah salah satu-satunya lembaga amil zakat yang dimiliki oleh Muhammadiyah maka sama dengan tadi KBIHMU satu-satunya amal usaha dalam bidang haji dan umroh. Untuk zakat infaq shodaqoh ini yang memang resmi dibentuk oleh Muhammadiyah untuk menggalang dana zakat infaq shodaqoh dari warga Muhammadiyah yang bertujuan juga untuk mensejahterakan warga Muhammadiyah, dari warga Muhammadiyah untuk warga Muhammadiyah oleh warga Muhammadiyah,” tegasnya.
“Jadi, kita ini benar-benar sudah menjalankan demokrasi yang ke-4, setiap kegiatan takmir Masjid itu kami selalu diundang kebetulan pada hari ini hanya karena saya saja yang kebetulan lagi kosong jadi semuanya bertugas sehingga Kamis bismillah, jangan sampai kita yang diberi amanah oleh oleh Lazismu tidak hadir di setiap undangan-undangan,” katanya.
“Kita ditugasi ke tempat-tempat yang mengundang kami jadi seperti itu dan Alhamdulillah dengan perolehan yang dari seluruh warga Muhammadiyah Kota Surabaya, Alhamdulillah Surabaya Nomor 2 untuk penggalangan dananya, terus kemudian yang kedua kami juga setiap tahun ini selalu mengikuti audit, agar lembaga kita ini lebih profesional dan lebih dipercaya lagi oleh warga Muhammadiyah, kalau di kalkulasi dana yang dari warga Muhammadiyah yang masuk ke lazismu hanya 40% dari warga Muhammadiyah yang paling banyak itu di luar Muhammadiyah, itu hasil setelah kita petani satu persatu, dari warga Muhammadiyah dan juga dari umum itu ternyata lebih banyak warga non Muhammadiyah,” terangnya.
Jadi, lanjut dia, ini PR bersama maka pada kali ini kami berharap kepada seluruh takmir Masjid Muhammadiyah yang ada di bawah yang memiliki basis, kami berharap bisa sebagiannya, seluruhnya disetorkan ke lazismu, nanti kita kembalikan lagi ke panjenengan, biar tidak kelihatan kasnya tulisan papan masjid sebesar sekian, kalau diserahkan ke lazismu itu akan hilang dengan tulisan setor ke Lazismu.
“Agar kami bisa memutar sirkulasi keuangan ini untuk mensejahterakan warga Muhammadiyah yang lain, ya saling tolong-menolong antara takmir masjid satu dengan takmir masjid yang lain karena tidak semua takmir masjid yang masjidnya besar dana pendapatan Jumatan atau dana dari zakat infaq shodaqoh dari Jamaah masjidnya,” tambahnya.
“Kami berharap sekali lagi kepada seluruh takmir Masjid Muhammadiyah mari bantu kami ya dalam hal penggalangan dana nanti KLL ini tujuannya untuk menggalang dana Nah untuk pentas harapannya nanti melalui lazismus kami setorkan lagi ke panjenengan semuanya ke kami Kemudian kami kembalikan lagi ke panjenengan jadi ibaratnya apa namanya biar dana yang dari masjid-masjid itu biar kelihatan masuk dulu ke lazismu kemudian kita kembalikan lagi ke takmir masjid Muhammadiyah se Surabaya,” pungkasnya. (Habibie)



