lazismusurabaya.org – Bulan Ramadhan tinggal menghitung hari. Setiap tempat ibadah, baik mushalla maupun masjid, mulai mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menjamu para tamu Allah yang hadir. Tidak terkecuali Masjid Dakwah Sampang di Jl. Durian No.4 C, RW II, Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang.
Memberikan jamuan terbaik bagi para tamu Allah tentu membutuhkan dukungan finansial yang tidak sedikit. Di tengah keterbatasan dana, jajaran pengurus dan takmir masjid pun berikhtiar dengan cara yang mereka mampu. Salah satunya melalui program Bazar Murah, yakni menjual pakaian donasi yang masih layak pakai untuk mendukung rangkaian kegiatan Ramadhan di masjid tersebut.
Bendahara Masjid Dakwah Sampang, Adam Bachtiar, mengungkapkan pakaian-pakaian itu tidak langsung dibagikan kepada masyarakat, melainkan dijual kembali dengan harga sangat terjangkau, sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per potong. Hasil penjualan kemudian digunakan untuk membiayai program-program Ramadhan selama sebulan penuh.
“Dari baju-baju itu, kami berharap bisa menghadirkan kegiatan Ramadhan yang lebih hidup di masjid,” kata Adam.
Program Ramadhan di Masjid Dakwah Sampang terbilang padat. Setiap sore menjelang waktu berbuka, sekitar pukul 17.00 hingga adzan Maghrib, diadakan kajian harian yang diisi pemateri sesuai bidang keilmuannya. Kegiatan ini rutin diikuti sekitar 30 hingga 40 jamaah.
Selain itu, pengurus masjid juga menyiapkan santunan untuk anak yatim dan kaum dhuafa, takjil harian, shalat berjamaah, kuliah tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga i’tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Puncaknya adalah pelaksanaan shalat Idulfitri bersama masyarakat.

Adam mengatakan program-program tersebut merupakan agenda tahunan yang selalu dinantikan jamaah. Namun, keterbatasan sumber daya membuat pengurus harus mencari dukungan dari berbagai pihak, termasuk donatur di luar Sampang.
“Karena kondisi kami yang serba terbatas, kami mencari donatur dari luar daerah. Alhamdulillah, teman-teman dari berbagai wilayah di Jawa Timur merespons dengan baik kegiatan yang kami adakan,” tutur Adam.
Adam menjelaskan, gagasan bazar murah justru datang dari ibu-ibu Aisyiyah. Mereka mengusulkan agar pakaian donasi tidak langsung dibagikan, melainkan dijual dengan harga terjangkau agar hasilnya bisa diputar kembali untuk mendukung kegiatan Ramadhan.
“Kalau langsung dibagikan, kami tidak punya dana untuk kegiatan. Akhirnya ibu-ibu mengusulkan, bagaimana kalau dijual saja dengan harga Rp5.000 sampai Rp10.000. Yang penting masyarakat tetap bisa membeli baju layak pakai,” jelasnya.
Menurut Adam, konsep ini bukan sekadar penggalangan dana, tetapi juga bentuk pemberdayaan.
“Warga tetap bisa mendapatkan baju yang bagus dengan harga murah, sementara hasilnya kembali untuk kegiatan masjid. Jadi manfaatnya berputar di masyarakat,” ujarnya.
Adam melanjutkan, usulan tersebut terbukti efektif. Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, masyarakat menyambut antusias bazar pakaian murah tersebut. Banyak warga yang datang, memilih baju satu per satu, lalu membelinya dengan wajah sumringah.
“Walaupun hanya dihargai Rp5.000 sampai Rp10.000, masyarakat tetap senang karena bajunya masih bagus. Dari situ, dana yang terkumpul bisa kami gunakan untuk kegiatan Ramadhan,” ujarnya.
Tahun ini, program bazar murah kembali digelar dengan dukungan donasi pakaian dari berbagai daerah, termasuk dari Lazis di Surabaya. Bantuan yang datang bahkan melebihi perkiraan pengurus.
“Awalnya kami mengira hanya beberapa baju saja. Ternyata ada beberapa dus yang akan kami bawa ke Sampang untuk menyambut bulan suci Ramadhan,” kata Adam.
Nantinya, pakaian-pakaian tersebut akan disortir dan disiapkan bersama tim yang melibatkan unsur Muhammadiyah dan Aisyiyah setempat. Harapannya, bazar ini dapat menarik minat masyarakat, terutama dari kalangan kurang mampu, untuk mendapatkan pakaian layak dengan harga sangat terjangkau.
“Semoga masyarakat bisa merasakan manfaatnya, dan kegiatan Ramadhan di masjid juga bisa berjalan lebih baik,” katanya.
Lebih dari sekadar bazar, lanjutnya, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan simpati masyarakat terhadap kegiatan-kegiatan sosial dan dakwah Muhammadiyah di Sampang. Pengurus pun berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk terlibat dan mendukung program-program masjid.
“Kami berharap kebutuhan masyarakat bisa sedikit terbantu, sekaligus menumbuhkan rasa simpatik kepada kegiatan Muhammadiyah dan Aisyiyah di sini,” harap Adam.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian, bazar murah ini menjadi salah satu cara sederhana namun bermakna dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Dari baju-baju bekas yang masih layak pakai, lahir harapan baru untuk berbagi kebahagiaan kepada sesama. (Nurm)



