Donatur dan Muzakky Itu Pahlawan

Share :

Donasi Sekarang

Zakat Penghasilan

Lazismu Surabaya

Zakat penghasilan atau zakat usaha dikenakan pada penghasilan atau pendapatan yang diperoleh dari usaha, bisnis, atau profesi.

Donatur dan muzakky yang dimuliakan Alloh. Kita pasti mengenal status dan gelar  pahlawan. Pahlawan adalah mereka yang berjasa bagi nilai-nilai kemanusiaan. Maka, wajar tentu bila setiap  orang berharap dirinya bisa menyandang gelar  pahlawan. Ya, pahlawan adalah mereka yang didefinisikan  telah berjasa bagi banyak orang, komunitas, organisasi, bangsa atau negara. Dalam makna terbatas, orang sering menghubungkan pahlawan dengan mereka yang telah berjuang dan berkorban jiwa dan raga tanpa pamrih demi membela dan membebaskan  tanah air dari penjajah atau kolonialis yang telah menjarah negerinya. Dalam perspektif ini, para pejuang yang berkorban demi tegaknya Islam adalah para syahid atau pahlawan. Maka, kita mengenal pahlawan perang Badar, perang Uhud, perang Khondak, perang Salib, dan pahlawan peperangan lainnya.

Di  negeri ini,   kita mengenal pahlawan Diponegoro , Imam Bonjol,  Cuk Nya’ Din,  Kartini, Hasanuddin, Pattimura, Sudirman, dan beratus,  beribu, bahkan berjuta lainnya yang telah gugur di medan laga, berjuang  demi meraih  atau mempertahankan kemerdekaan.

Pahlawan adalah para pembebas. Pembebas  dari beragam kondisi krisis. Kebodohan, kelaparan, kemiskinan, korban perang, bencana alam, kerusakan lingkungan adalah lahan genting yang menawarkan komitmen kepahlawanan.  Siapapun yang telah memberikan kontribusi positif,  mengentas problematik kemanusiaan itu adalah  pahlawan.

Setiap mukmin, khususnya para muzakky, harus apresiatif, berempati dan peduli atas beragam problem dan amanat  kemanusiaan. Sebagian dari harta mereka harus disalurkan dalam bentuk zakat, infak dan sodaqoh demi mengantisipasi problematik kemanusiaan apa pun, khususnya kepada para mustahiq seperti yang disebutkan dalam Alquran Surat Attaubah 60.

Lebih dari seratus juta umat Islam di negeri ini dalam kondisi fakir dan miskin. Mereka “kalah” atau “korban” pergulatan hidup. Korban gurita  materialisme, kapitalisme, dan hedonisme. Mereka adalah para buruh pabrik, buruh tani, nelayan, pedagang kaki lima, tukang becak,  guru,  atau  para korban perang, korban, bencana alam, atau korban krisis kemanusiaan lainnya.

Jika Anda seorang donatur atau muzakky yang berkenan menyalurkan sebagian harta demi mengentas nasib para mustahiq,  saudara seiman dari ketidakberdayaan, Anda sejatinya adalah pahlawan. Meski  Anda tentu tidak pernah berharap gelar prestisius itu. Alloh pasti memuliakan Anda di dunia ini, apalagi di akhirat nanti. Anda pasti lebih mulia dari pejabat, orang kaya,  atau pengusaha bakhil, yang lebih suka menyembunyikan harta tanpa memiliki empati atau kepedulian atas nasib atau derita berjuta mustahiq itu. (Abdul Hakim, Pimred).

Berita Lainnya

lazismusurabaya.org – Suasana penuh kehangatan menyelimuti Masjid SMA Muhammadiyah 2 Surabaya di Jalan Pucang Anom Timur No. 91 pada Minggu terakhir di...

lazismusurabaya.org – Suasana penuh ketulusan menyelimuti Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Surabaya yang berlokasi di Jl. Wuni No.9, Ketabang, Kec. Genteng, Kota Surabaya...

lazismusurabaya.org – Di saat sebagian besar warga Kota Pahlawan masih terlelap, puluhan pemuda terlihat bahu-membahu mendorong sebuah mobil operasional yang mogok di...