Buka Turba Lewat Pantun Suroboyoan, Ketua Lazismu Surabaya, Amil Jangan Cuma Modal Niat!

Share :

Donasi Sekarang

Zakat Penghasilan

Lazismu Surabaya

Zakat penghasilan atau zakat usaha dikenakan pada penghasilan atau pendapatan yang diperoleh dari usaha, bisnis, atau profesi.

lazismusurabaya.org – Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Surabaya Faisal Haqqi, S.E. menekankan pentingnya perubahan paradigma dan kekuatan data dalam pengelolaan dana zakat saat membuka forum Turun Ke Bawah (Turba) Lazismu Jawa Timur di UMSurabaya, Rabu (12/8/2026). Di hadapan puluhan perwakilan amil dari 10 daerah, Faisal menyampaikan arah kebijakan dan motivasi kerja organisasi melalui deretan pantun khas Suroboyoan yang lugas.

Pemanfaatan sastra lokal dalam pembukaan rapat koordinasi ini sengaja dipilih untuk mencairkan suasana sekaligus memberikan pesan mendalam terkait efektivitas penyaluran dana publik. Faisal mengingatkan seluruh amil agar meninggalkan gaya lama yang cenderung ceroboh atau sekadar menggantungkan diri pada niat baik tanpa dibarengi perencanaan terukur.

Dalam petikan pantunnya, ia menegaskan bahwa pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) wajib memberikan dampak langsung terhadap taraf hidup masyarakat miskin (mustahik) agar mereka mampu berdiri mandiri dan memiliki daya saing ekonomi.

“Dadi amil ojo mung modal niat apik nang ati, ZIS kudu nggawe wong cilik mandiri lan berdaya saing. Format lawas dibuwang, lek nggawe program ojo semberono. Alur obahe urip ditata, ben perubahane dadi kenyataan,” ujar Faisal saat memberikan sambutan.

Lebih jauh, Faisal menyoroti pentingnya verifikasi faktual di lapangan sebelum suatu program bantuan diluncurkan. Menurutnya, akurasi data merupakan kunci utama agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan tidak menyimpang dari perencanaan awal organisasi.

“Aja mung nganggo firasat lan jarene-jarene, bukti lan data lapangan kudu kuwat ben ora meleset. Daya ubah, bukti nyata, lan kemudahan kudu seimbang beneran. Lek siji wae nilaine nol, ambyar kabeh sing dirancang,” jelasnya.

Rapat konsolidasi Turba yang dipusatkan di Kota Surabaya ini diikuti perwakilan pengurus dari Kabupaten Gresik, Mojokerto, Kota Mojokerto, Sidoarjo, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Bangkalan, dan Pamekasan. Pertemuan difokuskan pada penataan kelembagaan, kepatuhan laporan keuangan, serta penerapan pelaporan berbasis teknologi terpadu. (Ysf)

Berita Lainnya

lazismusurabaya.org – Pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng bersama Takmir Masjid Bahagia menggelar audiensi strategis dengan Badan Pengurus Lazismu Kota Surabaya di...

lazismusurabaya.org – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Surabaya mengajak para alumni haji KBIHU Muhammadiyah 2026 untuk memperkuat komitmen kepedulian...

lazismusurabaya.org — Pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Semampir mendatangi Gedung Kemanusiaan Lazismu Kota Surabaya di Jalan Ahmad Jaiz No. 40-42, Peneleh, pada...