lazismusurabaya.org — Di tengah suasana hangat Kota Medan, persaudaraan lintas pulau terasa begitu nyata di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara, Jalan Sisingamangaraja Nomor 136. Pada Selasa malam, 13 Januari 2026, rombongan besar dari Jawa Timur hadir untuk memastikan bantuan bagi korban banjir dan longsor di Sumut serta Aceh Tamiang tersalurkan dengan tepat sasaran.
Pertemuan yang berlangsung gayeng mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB ini menjadi bukti nyata semboyan Wani Berbagi yang diusung Lazismu Surabaya. Gerakan ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan implementasi dari Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, di mana Lazismu menjalankan amanah negara untuk mendayagunakan zakat secara efektif demi kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan akibat bencana.
Apresiasi dan Sinergi Kemanusiaan Ketua PWM Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution, MA, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kehadiran saudara dari Jawa Timur. Secara khusus, beliau menonjolkan peran Lazismu Surabaya yang bergerak cepat.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada PWM Jawa Timur dan khususnya Lazismu Surabaya. Bantuan ini alhamdulillah telah banyak meringankan beban para terdampak. Semoga menjadi amal saleh yang dibalas oleh Allah SWT,” ungkap Prof. Hasyimsyah.
Wakil Ketua PWM Jawa Timur yang membidangi MDMC dan MPKU, Ir. Tamhid Masyhudi, menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah wujud solidaritas persyarikatan. “Bencana tidak hanya membawa duka, tetapi juga menjadi momentum tumbuhnya gerakan Muhammadiyah. Kami hadir bukan sekadar seremonial, tapi untuk memastikan bahwa kehadiran Muhammadiyah benar-benar dirasakan melalui penguatan amal usaha di daerah terdampak,” tegas Ir. Tamhid.
Resiliensi dan Penanganan Medis Langkah taktis juga dipaparkan oleh Ketua MDMC Jawa Timur, M. Rofi’i, S.T., M.T. Beliau menekankan pentingnya pembangunan kembali resiliensi masyarakat. Sejalan dengan itu, Ketua MPKU PWM Jawa Timur, Dr. dr. Tomy Oky Arisandi, M.Sc., memastikan pendampingan medis dari jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah akan terus berjalan guna mencegah klaster penyakit pascabanjir.

Secara syariah, langkah Lazismu Surabaya dan PWM Jatim dalam mengalokasikan dana ini diperkuat oleh Fatwa MUI Nomor 66 Tahun 2022. Fatwa tersebut secara spesifik memperbolehkan pemanfaatan dana zakat untuk penanggulangan bencana, baik untuk pemenuhan kebutuhan dasar korban (asnaf fakir miskin) maupun untuk kemaslahatan umum (asnaf fisabilillah).
Transparansi dan Riset Filantropi Ketua Lazismu Jawa Timur, Imam Hambali, MSEI, melaporkan bahwa total dana solidaritas yang terhimpun mencapai sekitar Rp12 miliar. Pengelolaan dana yang transparan ini sejalan dengan berbagai riset filantropi Islam yang menunjukkan bahwa kecepatan distribusi dan akuntabilitas adalah kunci utama dalam mempertahankan kepercayaan donatur (muzakki) di masa krisis. Di lapangan, bantuan ini telah diwujudkan dalam bentuk rehabilitasi enam sekolah di Kabupaten Langkat serta berbagai bantuan logistik lainnya.
Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen kolaborasi jangka panjang. Bagi Lazismu Surabaya, aksi ini adalah manifestasi karakter “Suroboyo” yang dikenal egaliter dan tak tegaan melihat saudaranya kesusahan. Dengan prinsip Bondho, Pikir, Tenogo, Muhammadiyah terus membuktikan perannya sebagai gerakan Islam berkemajuan yang selalu hadir di tengah umat. (Ysf)



