Lazismusurabaya.org – Menjelang tutup tahun 2025, suasana hangat menyelimuti Gedung Kemanusiaan Lazismu Surabaya di Jalan Ahmad Jaiz No. 40-42, Peneleh. Di tengah kesibukan warga kota bersiap menyambut pergantian tahun, lembaga filantropi ini memilih merayakan momentum dengan aksi nyata: menyalurkan Beasiswa Mentari bagi siswa-siswi yang membutuhkan di lingkungan Perguruan Muhammadiyah se-Kota Surabaya pada Kamis (18/12).
Penyaluran beasiswa ini dirancang secara terstruktur dalam dua sesi guna menjaga kenyamanan para penerima. Sesi pertama dimulai pukul 09.30 WIB khusus untuk jenjang dasar (SD/MI), sedangkan sesi kedua pada pukul 13.00 WIB difokuskan bagi jenjang menengah (SMP/SMA/SMK).
Ketua Lazismu Surabaya, H. Faisal Haqqi, S.E., menegaskan bahwa setiap rupiah yang disalurkan merupakan amanah murni dari para muzakki (donatur). Ia berharap bantuan ini menjadi suplemen semangat bagi para siswa untuk menatap tahun 2026 dengan lebih optimis. Mengamini hal tersebut, Sekretaris Lazismu Surabaya, Achmad Rosyidi, S.H.I., menitikberatkan pada aspek akuntabilitas dalam mengawal masa depan kader bangsa.
“Penyaluran Beasiswa Mentari ini adalah bagian dari tanggung jawab kami menjaga akuntabilitas publik. Kami memastikan dana yang dititipkan donatur benar-benar menyentuh siswa yang membutuhkan di seluruh jaringan sekolah Muhammadiyah Surabaya,” tutur Achmad Rosyidi. Komitmen transparan ini menjadi krusial mengingat luasnya ekosistem pendidikan yang dikelola Muhammadiyah di Surabaya. Merujuk pada data per 19 Desember 2025 di laman KlikMu, bantuan ini menjangkau sebaran 25 sekolah dasar/MI, 16 SMP, 7 SMA, hingga 1 SMK unggulan yang menjadi pilar pendidikan di Kota Pahlawan.

Langkah strategis ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan implementasi nyata dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat yang mengamanatkan pendayagunaan dana umat untuk tujuan produktif dan pengentasan kemiskinan. Secara konstitusional, program ini sekaligus mendukung mandat Pasal 31 UUD 1945 mengenai hak setiap warga negara mendapatkan pendidikan yang layak.
Secara dampak sosial, intervensi biaya pendidikan semacam ini terbukti secara riset mampu menekan angka putus sekolah hingga tingkat yang signifikan di kota besar. Dengan terjaganya indeks partisipasi sekolah, Lazismu Surabaya secara tidak langsung ikut mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di tingkat lokal. Penyerahan beasiswa di penghujung tahun ini pun menjadi kado manis sekaligus pengingat, bahwa manajemen zakat yang profesional adalah kunci utama dalam melahirkan harapan baru bagi generasi mendatang.(Ysf)



