Milad 113: Lazismu Surabaya Perkuat “Safety” Panti Rungkut Lewat Aset Rp 1,3 Miliar, Sukadiono Ingatkan Mitigasi

foto bersama Ketua Lazismu Surabaya, Ketua PWM Jawa Timur, Ketua MPKS Surabaya dalam acara penyerahan dukungan aset untuk Panti Bayi (LKSA) Muhammadiyah Rungkut

Share :

Donasi Sekarang

Zakat Penghasilan

Lazismu Surabaya

Zakat penghasilan atau zakat usaha dikenakan pada penghasilan atau pendapatan yang diperoleh dari usaha, bisnis, atau profesi.

lazismusurabaya.org – Semangat Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 di Surabaya dirayakan dengan aksi nyata dalam menjamin keselamatan generasi. Lazismu Kota Surabaya secara resmi menyerahkan dukungan aset senilai Rp 1,3 Miliar untuk perluasan lahan Panti Bayi (LKSA) Muhammadiyah Rungkut. Langkah ini diambil untuk menciptakan hunian yang lebih aman (safe) dan layak bagi 47 anak asuh di tengah ancaman cuaca ekstrem.

Ketua PWM Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M., yang hadir dalam acara tersebut, menyoroti urgensi mitigasi bencana, baik alam maupun sosial. Sebagai Deputi Kemenko PMK RI, ia mengingatkan bahwa aspek keamanan (safety) harus menjadi prioritas utama.

“Cuaca sekarang susah diprediksi. Saya himbau warga Muhammadiyah, termasuk pengelola amal usaha, untuk cerdas. Pastikan lingkungan kita safety-nya terjamin,” imbau Sukadiono di hadapan para donatur dan pengurus.

Investasi 1,3 Miliar untuk Mitigasi Kepadatan, Ketua Majelis Pelayanan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM Kota Surabaya, Ferry Yudi Antonis Saputro, S.HI., M.Pd.I., menjelaskan bahwa dana Rp 1,3 Miliar dari Lazismu Surabaya ini bukan sekadar untuk membeli tanah, melainkan strategi mitigasi risiko.

“Dana Rp 1,3 Miliar ini adalah bentuk perlindungan konkret. Dengan 47 anak yang tinggal dalam satu atap, kepadatan hunian adalah risiko nyata. Perluasan ini memberikan ‘ruang napas’, area evakuasi yang memadai, dan sanitasi yang sehat. Kami ingin anak-anak tumbuh di lingkungan yang meminimalisir risiko stres atau penyakit menular, sehingga mereka merasa aman layaknya di rumah sendiri,” urai Ferry secara mendalam.

Lazismu Surabaya: Penjaga Amanah Umat, Ketua Lazismu Kota Surabaya, Faisal Haqqi .S.E., menegaskan bahwa keterlibatan pihaknya dalam pembebasan lahan senilai 1,3 Miliar ini adalah mandat umat untuk melindungi kaum rentan (mustahik).

“Sinergi Lazismu Surabaya dengan Panti Rungkut ini membuktikan bahwa dana zakat dan infaq mampu menjadi benteng pertahanan sosial. Kami tidak ingin menunggu bencana terjadi baru bergerak. Dukungan 1,3 Miliar ini adalah upaya preventif agar anak-anak yatim kita terlindungi fisiknya dan terjamin masa depannya. Ini adalah ‘keajaiban’ keyakinan yang mewujud menjadi aset pelindung umat,” tegas Faisal.

Konteks Global & Dasar Hukum Komitmen terhadap keselamatan publik ini selaras dengan reputasi global Muhammadiyah. Organisasi ini telah menerima penghargaan World No Tobacco Day Award 2024 dari WHO dan mengelola 122 Rumah Sakit yang siap siaga dalam situasi darurat.

Secara legalitas, aset tanah yang dibeli Lazismu ini langsung diatasnamakan Persyarikatan (Pimpinan Pusat) sesuai UU No. 28 Tahun 2004 tentang Yayasan dan UU Wakaf, sehingga terjamin tidak akan beralih fungsi atau dimiliki pribadi. (Ysf)

Berita Lainnya

lazismusurabaya.org – Aksi kemanusiaan yang digerakkan oleh Lazismu Surabaya Bersama relawan Muhammadiyah Jawa Timur dalam merespons bencana banjir bandang di Kecamatan Bandar...

Alhamdulillah segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita selalu di berikan nikmat sehat sehingga bisa beraktivitas dengan niat ibadah kepada Allah....

lazismusurabaya.org – Rabu pagi, 21 Januari 2026, jarum jam menunjukkan pukul 10.00 WIB saat debu pekat hasil pengerasan lumpur mulai menyelimuti Desa...