Lazismusurabaya.org – Suasana Masjid Jenderal Sudirman di Jalan Dharmawangsa No. 2, Airlangga, terasa hangat dan kekeluargaan pada Minggu pagi (07/12/2025). Ratusan pejuang dakwah yang terdiri dari takmir masjid dan kepala Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) se-Surabaya berkumpul. Bukan sekadar untuk urusan pencairan dana, kehadiran mereka adalah wujud komitmen bersama untuk memuliakan dakwah Muhammadiyah di Kota Pahlawan.
Dalam pertemuan bertajuk Pembinaan dan Koordinasi tersebut, Lazismu Kota Surabaya bersama Majelis Tabligh PDM Surabaya menyepakati langkah strategis: menjadikan tahun 2026 sebagai momentum untuk menata kembali sistem Bantuan Operasional Masjid (BOM) dan TPQ (BOT) dengan pendekatan yang lebih personal dan akuntabel.
Administrasi adalah Cara Kita Menjaga Hati Donatur ,Sekretaris Lazismu Kota Surabaya, Achmad Rosyidi, S.H.I., yang hadir membersamai para takmir, menyampaikan pandangannya dengan nada yang menyejukkan. Bagi Rosyidi, ketertiban data bukan semata-mata soal birokrasi yang kaku, melainkan bentuk penghormatan tertinggi kepada para donatur yang telah menyisihkan hartanya.
“Bapak-Ibu sekalian, verifikasi data yang kita lakukan hari ini bukan untuk mempersulit langkah panjenengan. Justru, ini adalah cara kita bersama-sama menjaga hati para donatur. Setiap rupiah yang dititipkan ke Lazismu ada doa dan harapan umat. Maka, tugas kita adalah memastikan amanah itu sampai ke masjid dan TPQ yang benar-benar denyut dakwahnya hidup, sehingga menjadi amal jariyah yang tak terputus bagi kita semua,” tutur Achmad Rosyidi dengan sungguh-sungguh.
Pendekatan ini selaras dengan nilai dasar filantropi Islam, di mana transparansi (accountability) berbanding lurus dengan kepercayaan (trust). Sebagaimana riset dalam Journal of Islamic Accounting and Business Research, transparansi yang dibalut dengan komunikasi yang baik mampu meningkatkan kepercayaan muzakki hingga 35%.
Sistem 2026: Memuliakan dengan Pembinaan, Menguatkan pesan tersebut, Manajer Lazismu Surabaya, As’ad, memaparkan bahwa transformasi sistem tahun 2026 didesain untuk memuliakan penerima manfaat. Lazismu tidak akan bergerak sendiri, melainkan bersandar penuh pada data riil dari Majelis Tabligh.
“Lazismu hadir mem-backup sisi keuangannya, namun ruh utamanya ada di Majelis Tabligh. Syarat penerima bantuan nanti adalah keaktifan mengikuti pembinaan rutin. Ini bukan sekadar syarat administratif, tapi upaya kita agar pengurus masjid terus bertumbuh ilmunya. Jadi, bantuan tidak hanya habis pakai, tapi juga membangun kapasitas SDM masjidnya,” jelas As’ad.
Langkah ini juga menjadi implementasi nyata dari UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang mengamanatkan pendayagunaan zakat yang efektif dan berdampak jangka panjang.

Pesan Mendalam Majelis Tabligh: Tiga Fondasi Takmir, Suasana semakin khidmat saat Perwakilan PDM Bidang Majelis Tabligh Kota Surabaya, Muhammad Zuhri Imam Maliki, memberikan nasihat penguat jiwa (tausiyah). Di hadapan ratusan pengurus masjid, Zuhri mengajak peserta untuk merenungkan kembali niat mereka mengurusi rumah Allah.
Dalam arahannya, Zuhri menitipkan tiga pesan kunci:
Pertama, “Menata Hati”. “Bantuan operasional ini hanyalah wasilah (perantara) untuk mempererat silaturahmi kita. Jangan sampai karena urusan dana, muncul benih-benih iri hati, dengki, atau rasa takabur di antara pengurus. Mari kita luruskan niat, semua ini murni untuk memakmurkan masjid,” ucap Zuhri lembut.
Kedua, semangat Pengorbanan. “Memakmurkan masjid butuh pengorbanan lebih. Kita berikhtiar agar syiar Muhammadiyah ini dirasakan manfaatnya oleh siapa saja, tidak hanya warga persyarikatan, tapi seluruh masyarakat Surabaya,” tambahnya.
Ketiga, Akhlaqul Karimah. Zuhri mengingatkan bahwa takmir adalah ‘wajah’ Islam di lingkungannya. “Jadilah suri tauladan yang jujur dan amanah. Jika pengurus masjidnya dipercaya, insyaAllah lingkungan sekitarnya akan merasa tenang dan damai,” pungkasnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini juga dihadiri oleh Anggota Badan Pengurus Lazismu Surabaya, Yusuf Dwipo Wijoyo, S.E., serta jajaran eksekutif lainnya, menandakan soliditas penuh antara pimpinan dan para pejuang dakwah di akar rumput dalam menyongsong tahun anggaran baru. (Ysf)



