Lazismusurabaya.org – Awan mendung yang sempat menggelayuti langit Surabaya akhir pekan lalu tak mampu membendung gelombang semangat ribuan warga yang memadati kawasan Lagoon Avenue Mall Sungkono. Warna biru dan kuning khas Muhammadiyah mendominasi pemandangan, menandai puncak perayaan Milad Muhammadiyah ke-113 yang digelar oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Sabtu-Ahad (29-30/11/2025).
Tak kurang dari 3.500 peserta tercatat tumplek blek mengikuti agenda utama Fun Walk yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Lautan manusia ini tidak hanya mengejar hadiah menggiurkan seperti paket Umrah, sepeda listrik, hingga lemari es yang terpampang di panggung utama , namun juga menikmati atmosfer kebersamaan yang hangat.
Di tengah hiruk-pikuk tersebut, ada satu titik yang tak kalah sibuk menarik perhatian pengunjung: gerai layanan Lazismu Kota Surabaya. Berbeda dengan kesan lembaga zakat yang biasanya kaku, Lazismu tampil beda dengan pendekatan yang lebih cair dan menyenangkan.

Bukan Sekadar Donasi, Tapi Edukasi
Manajer Lazismu Surabaya, As’ad, tampak sibuk namun sumringah menyambut pengunjung yang silih berganti mampir. Menurutnya, strategi Lazismu kali ini bukan sekadar “jemput bola” donasi, melainkan membangun interaksi lewat edukasi.
“Semaraknya tetap terasa meski cuaca sempat hujan. Warga Surabaya antusias sekali,” ujar As’ad di sela-sela kegiatan. Ia menunjuk ke arah kerumunan anak-anak sekolah dan pegawai bank yang sedang asyik tertawa di depan stan.
Rupanya, Lazismu menghadirkan fun games dan kuis interaktif seputar ke-Muhammadiyah-an. “Banyak pengunjung, terutama pelajar dan pihak perbankan, yang ikut kuis ini. Ini cara kami merangsang pengetahuan mereka tentang sejarah dan peran Muhammadiyah, sekaligus mengenalkan Lazismu dengan cara yang santai,” tambahnya.
Komitmen Transparansi dan Profesionalitas
Kehadiran Lazismu di ruang publik seperti pusat perbelanjaan ini merupakan langkah strategis untuk mendekatkan filantropi Islam ke gaya hidup masyarakat urban. Ketua Lazismu Kota Surabaya, H. Faisal Haqqi, S.E., menegaskan bahwa momen Milad ini adalah etalase kepercayaan publik.
“Kami ingin menunjukkan wajah Islam yang rahmatan lil alamin. Lazismu tidak hanya hadir saat bencana, tapi juga hadir di tengah kegembiraan warga. Partisipasi ribuan orang hari ini membuktikan bahwa kesadaran berbagi masyarakat Surabaya semakin tinggi, dan Lazismu siap memfasilitasi itu dengan layanan yang modern,” ungkap Faisal.
Sementara itu, aspek legalitas dan kepatuhan regulasi menjadi pondasi utama yang terus dikawal. Sekretaris Lazismu Surabaya, Achmad Rosyidi, S.H.I., menjelaskan bahwa setiap rupiah yang dihimpun dikelola dengan standar akuntansi yang ketat, sesuai amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
“Membuka gerai di mal dan menggelar games adalah cara komunikasi kami. Namun di balik itu, ada sistem pelaporan dan audit yang kami jaga ketat. Sesuai UU No. 23 Tahun 2011, transparansi kepada donatur adalah harga mati. Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman menitipkan zakatnya di sini,” tegas Rosyidi.
Harapan untuk Kontribusi Lebih Luas
Hari beranjak siang, namun antusiasme di Lagoon Avenue Mall belum surut. Bagi As’ad dan tim Lazismu, lelah hari itu terbayar lunas melihat respons warga. “Muhammadiyah hari ini keren sekali, yang lain lewat,” kelakarnya menutup pembicaraan.
Dengan perpaduan antara kemeriahan Fun Walk dan edukasi zakat yang interaktif, Milad ke-113 ini diharapkan menjadi momentum bagi Lazismu Surabaya untuk memberikan kontribusi yang lebih masif bagi kesejahteraan umat di Kota Pahlawan.(Ysf)



